Permohonan Pindah Membludak, Kantor Capil Tambah Kapasitas Layanan

Antrian Panjang, Pelayanan Kantor Admindukcapil, Ilustrasi Web
WONOSOBOZONE – Permohonan pindah alamat yang diterima Kantor Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Admindukcapil) Kabupaten Wonosobo sepanjang 4 hari terakhir mengalami lonjakan sangat drastis. Bila sebelum masa libur lebaran lalu kapasitas layanan masih ada di angka 100 hingga 150 per hari, maka mulai Senin (11/7) lalu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lebih diakrabi masyarakat dengan sebutan Kantor Capil tersebut melayani tak kurang dari 200 permohonan per harinya. Penambahan layanan kami tingkatkan karena permintaan warga begitu tinggi dan semua meminta harus secepatnya diselesaikan, ungkap Kepala Kantor Admindukcapil, Makmun Asmara di ruang kerjanya, Kamis (14/7). Pihaknya mengakui, meski telah ditambah kapasitas pelayanan, masih sangat banyak warga yang akhirnya harus pulang karena tak mendapat nomor antrean. Setelah idul fitri biasanya memang seperti ini karena banyak warga dari perantauan yang memutuskan kembali ke kampung halaman dan menetap lagi di Wonosobo, terang Makmun lebih lanjut.

Sebagian besar, atau sekitar 75 % permohonan layanan yang masuk, menurut Makmun memang berupa  permintaan pindah status kependudukan dari daerah lain. Selain pindah, ganti status juga cukup banyak, karena mungkin ini berkaitan dengan bulan baik untuk menikah, lanjut Makmun. Para pegawai di kantornya, diakui Makmun berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan, bahkan sering sampai petang hari jauh melampaui batas jam kerja. Demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kepentingan sekolah bagi putra-putrinya kami memang meminta agar para pegawai lembur, bahkan sejak Senin lalu ketika para pegawai di OPD lain masih libur kami sudah memberlakukan piket masuk, terangnya. Pihaknya juga tak henti-hentinya menyosialisasikan kepada para pemohon yang datang, bahwa untuk pelayanan e-KTP, semua Kecamatan juga telah siap mengakomodasi. Namun memang hampir sebagian besar warga masyarakat yang datang di Kantor Capil adalah yang berkaitan dengan permohonan pindah atau yang bermasalah dengan data base dari daerah lain, pungkas Makmun.

Melonjaknya permohonan pindah ke Wonosobo yang terus meningkat dari tahun ke tahun dijelaskan Kepala seksi Pengolahan Data dan Informasi, Dudi Wardoyo sudah terjadi semenjak 3 tahun terakhir. Dari data yang ada, sudah sejak 2013, angka permohonan datang maupun pindah memang meningkat terus, terang Dudi. Pada Tahun 2013, jumlah permohonan pindah maupun datang menurut Dudi mencapai 23.035 dan meningkat menjadi 25.490 pada Tahun 2014. Di akhir 2015 lalu permohonan pindah-datang dari maupun  ke Wonosobo sudah mencapai 31.784 dan kemungkinan di 2016 ini juga mengalami peningkatan lagi, tutup Dudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here