Peringati HUT Satpol PP Pemkab Bentuk Kader Siaga Tramtib

WONOSOBO ZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar upacara puncak peringatan
HUT Satpol PP ke-65 tahun 2015 yang dibarengkan dengan peringatan Hari Pemadam
Kebakaran ke-96, Senin, 16 Maret di halaman Sasana Adipura Kencana.
Wakil
Bupati, Maya Rosida, yang tampil sebagai Inspektur Upacara, saat membacakan
sambutan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo menekankan, agar Satpol PP dalam
bertugas tidak menggunakan cara-cara yang kasar beringas dan sewenang-wenang, akan
tetapi lebih menggunakan cara-cara yang persuasif, humanis dan simpatik serta profesional.
Hal ini menurutnya akan lebih efektif dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Maya
juga berpesan kepada jajaran Satpol PP agar menekankan 4 hal dalam pelaksanaan
tugas dilapangan yakni Polisi Pamong Praja adalah PNS dengan kemampuan dan
kewenangan lebih yang tidak dimiliki PNS lain. Hal ini harus ditunjukkan dengan
sikap bangga dan menjunjung tinggi kehormatan melalui kedisiplinan dan kinerja
yang baik, yang mana hal ini bisa diartikan bukan senjata wibawa Satpol PP,
tapi wibawa adalah senjata Satpol PP.
Hal
selanjutnya menurut Maya adalah mengerahkan seluruh kemampuan, daya dan upaya
dalam melaksanakan tugas membantu kepala daerah mewujudkan amanat undang-undang
dalam menegakan Perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat serta perlindungan masyarakat. Kemudian meningkatkan profesionalisme
dan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan terus senantiasa
mendekatkan diri kepada masyarakat, membangun jejaring dan komunikasi dengan
anggota Polisi Pamong Praja di seluruh Indonesia serta menjaga selalu
kewaspadaan dini Satpol PP agar senantiasa siap untuk memberikan pertolongan
kepada masyarakat dalam situsai bencana apapun.
Jika
keempat hal tersebut dilaksanakan, Maya yakin Satpol PP akan punya kinerja
lebih baik dalam melayani dan mengayomi masyarakat, sesuai tema HUT Satpol PP tahun
ini, yakni meningkatkan kemampuan profesionalisme dan sinergitas dalam
penegakan Perda, penyelenggaraan Tibum dan Tranmas dengan mengedepankan
tindakan preventif, edukatif, humanis dan tegas.
            Terkait peringatan hari Pemadam
Kebakaran, Maya mengingatkan peran penting institusi pemadam kebakaran dalam
pemantapan pembangunan di daerah, khususnya dalam pencegahan pencemaran asap
dan penurunan emisi gas rumah kaca, serta dalam menjaga kualitas lingkungan
hidup.
Tantangan institusi pemadam kebakaran saat
ini adalah perubahan fisik ruang wilayah seperti bertambahnya kawasan pemukiman
yang semakin padat, sehingga mengakibatkan peristiwa kebakaran cenderung
semakin meningkat, sekaligus secara tekhnis berdampak pada tingkat kesulitan
dalam pemadaman kebakaran serta dan penyelamatan serta meningkatnya kebutuhan
manajemen penyelamatan korban.
            Maya juga mengingatkan kedua
institusi, baik Satpol PP maupun Pemadam Kebakaran agar terus menngkatkan
kualitas dan profesionalitas anggotanya, sehingga akan lebih memberikan rasa
aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Wonosobo.
            Sementara itu, bertepatan dengan
peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja ke-65 Maya juga mengukuhkan kader
siaga tramtib Kabupaten Wonosobo. Ia berharap pengukuhan ini akan berdampak
positif terhadap pelaksanaan peraturan daerah, penyelesaian permasalahan
ketertiban umum dan penciptaan ketentraman masyarakat, serta perlindungan
masyarakat di level dasar atau desa serta kelurahan dapat diatasi serta
diselesaikan cepat dan tepat, melalui win-win
solution
seperti musyawarah mufakat, kekeluargaan serta tenggang rasa yang
mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
Maya juga berharap kader siaga tramtib mampu
membangun komunikasi dan koordinasi yang cepat dalam menangani permasalahan
ketertiban umum bersama dengan aparat di tingkat desa, kecamatan, kabupaten
maupun dengan masyarakat.  
            Menurut Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten
Wonosobo, Suwondo Hartoko, kader siaga tramtib dibentuk untuk menjaga
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Mereka yang menjadi kader siaga tramtib adalah masyarakat yang dilatih untuk mencegah
dan mendeteksi dini adanya gejolak dalam masyarakat atau bahaya lainnya. Mereka
dapat segera melaporkan ke pihak berwajib sehingga langsung ditangani dengan
cepat.
            Untuk tahun ini dikukuhkan sebanyak
135 warga sebagai kader siaga tramtib yang berasal dari 5 kecamatan, yakni
Wonosobo, Kepil, Kejajar, Mojotengah dan Selomerto. Mereka akan bekerja sebagai
kader siaga tramtib untuk periode tahun 2015 – 2020.
wonosobokab

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here