Peringati HUT RI Dengan Pemeriksaan PAP SMEAR

WONOSOBOZONE – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 71 Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim Wonosobo menyelenggarakan pemeriksaan pap smear dan kanker payudara bertempat di Klinik Pratama Kartika Kodim yang diikuti oleh anggota Persit dan masyarakat umum. Ny Ema Dwi Hariyono selaku ketua Persit menyampaikian bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan BPJS dan sebagai tenaga pelaksana dari Sarana Medika Semarang dengan target peserta 50 orang. (22/8)
Ny Ema menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para ibu – ibu untuk peduli terhadap kesehatan pribadinya masing – masing,  karena yang mengetahui sehat atau tidak hanya kita sendiri.  Untuk itu perlu adanya pemeriksaan yang bersifat rutin, jangan sampai kita berobat kalau sudah terkena sebuah penyakit.  Lebih baik mencegah dari pada mengobati.  Sebab kalau kita sampai mengobati rasa sakit yang kita derita begitu tidak mengenakkan ditambah lagi biaya yang kita keluarkan tidak sedikit. Banyak waktu yang terbuang hanya untuk berobat kesana kemari.  Oleh sebab itu Ny Ema mengharapkan agar khususnya kepada para anggota Persit bisa memanfaatkan momentum yang baik ini.
Ny. Murti Diah Warjo salah satu peserta pap smear menuturkan bahwa baru pertama kali ikut pemeriksaan pap smear. Sebagai ibu muda ingin keharmonisan rumah tangganya tetap terjaga, tanpa terganggu oleh penyakit khususnya kaker rahim.  Dengan adanya pemeriksaan masal ini rasa takut sedikit terobati karena banyak yang ikut.
Akhmat Kustanto, S.Kep.Ns selaku superviser dari Sarana Medika menerangkakan bahwa Pap smear atau tes Pap adalah pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi dini kanker leher rahim.  Selain itu, dengan tes ini kita juga bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel yang abnormal yang dapat berubah menjadi sel kanker sehingga kita bisa segera melakukan tindakan pencegahan. Pap smear dianjurkan dilakukan oleh setiap wanita, terutama mereka yang telah berkeluarga dan sudah pernah melahirkan. Jika Anda melakukannya secara rutin, maka Anda telah melakukan tindakan pencegahan kanker leher rahim yang terbaik. 
Kondisi saat ini untuk di Indonesia menurut data yang diterima pada tahun 2015 bahwa 1 orang meninggal dunia tiap hari akibat penyakit kaker rahim.  Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain multi patner dalam berhubungan intim, pakaian yang digunakan terlalu ketat dalam jangka waktu lama, iklim Indonesia yang lembab, pemakaian sabun untuk daerah kewanitaan
Celakanya, wanita yang mengidap kanker stadium awal tidak akan merasakan gejala-gejala yang mencurigakan. Oleh sebab itu, seringkali wanita lengah dan tidak memeriksakan diri ke dokter hingga suatu ketika sel kanker telah berkembang ganas, barulah gejala-gejalanya timbul dan saat itu kanker sudah terlambat untuk mendapatkan penanganan.
Deteksi dini yang hampir tidak pernah dilakukan menjadikan banyak wanita yang mengidap kanker serviks meninggal dunia dengan cepat. Sejak dikembangkan kurang lebih 50 tahun lalu, tes pap smear telah menurunkan persentase meninggalnya wanita akibat kanker serviks hingga 50% di banyak negara berkembang.
Di Indonesia, rupanya masyarakat kebanyakan belum paham betul kapan tes pap smear harus dilakukan. Sebenarnya mereka yang berusia 21 tahun ke atas dan yang telah melakukan hubungan badan secara aktif dianjurkan untuk memeriksakan diri dengan metode pap smear 2 tahun sekali.
Aturan umumnya adalah tes ini dilakukan pertama kali 3 tahun berselang setelah Anda berhubungan badan secara aktif. Anjuran melakukan pap smear 1 tahun sekali kini telah dikoreksi menjadi 2 tahun sekali untuk keefektifan.
Jika dalam pemeriksaan yang dilakukan 3 kali berturut-turut tidak ditemukan tanda-tanda keabnormalan maka wanita yang menginjak usia 30-an boleh menurunkan frekuensi tes pap smear menjadi sekali dalam 3 tahun. Kecuali jika tenaga medis menganjurkan untuk melakukan lebih dari sekali tes pap smear dalam setahun.
Virus Human Papilloma (HPV) membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk berubah menjadi sel kanker serviks. Untuk itu, rutinlah melakukan tes pap smear jika pada tes sebelumnya hasil tes menunjukkan adanya ketidaknormalan pada leher rahim Anda. Anjuran melakukan pap smear 2 hingga 3 tahun sekali juga berlaku bagi para wanita yang telah menopause.
Penularan virus HPV yang diklaim sebagai penyebab utama kanker serviks bisa disebabkan faktor hubungan seksual dengan banyak pasangan. Untuk itu, wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual secara aktif meskipun tengah berada di usia lebih dari 21 tahun sebenarnya tidak perlu untuk melakukan tes pap smear.
Pendim 0707

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here