Peredaran Narkoba Memprihatinkan, Ratusan Botol Miras dan Ribuan Biji Petasan Dimusnahkan

WONOSOBOZONE – Peredaran narkoba di Indonesia pada umumnya sudah berada di level yang memprihatinkan, begitu banyaknya kasus yang telah berhasil diungkap namun tidak menimbulkan efek jera, sampai saat ini masih saja peredaran narkoba terjadi di banyak tempat, tidak terkecuali di Wonosobo, yang terkenal religius ini, ternyata cukup rawan juga terhadap kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, saat menjadi Pembina di Apel Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2016, Senin, 27 Juni.
Menurutnya narkoba merupakan masalah yang serius, dan harus disikapi secara serius pula. Terkait hal ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA) berkomitmen, dan bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat secara bersungguh-sungguh, untuk berperang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
Sementara terkait penciptaan kondisi kamtibmas, Wabup memberikan apresiasi mendalam kepada jajaran POLRES Wonosobo, yang belum lama ini, atau tepatnya pada tanggal 5 Juni 2016, sehari sebelum puasa Ramadhan, telah melaksanakan pemusnahan 533 botol minuman keras, 121 liter oplosan dan 16.699 biji petasan, yang merupakan hasil dari Operasi PEKAT tahun 2016.
Hal ini menunjukkan adanya keseriusan dari semua pihak, dalam menciptakan kondisi kamtibmas yang baik, saat sebagian besar masyarakat Wonosobo melaksanakan ibadah puasa bulan suci Ramadhan, termasuk dalam menjaga generasi muda dari akibat buruk yang ditimbulkan minuman keras dan penyalahgunaan obat-obat terlarang.
Dalam acara apel HANI 2016 yang digelar di Halaman Pendopo Kabupaten tersebut, dilakukan pemusnahan barang bukti oleh Anggota FORKOMPIMDA hasil operasi pekat Pemkab Wonosobo di tahun 2016 ini, yang berupa narkotika, antara lain jenis ganja seberat 31,228 gram dan sabu-sabu seberat 3.157 gram. Selain itu ikut dimusnahkan uang palsu sebanyak 68 lembar dalam bentukan pecahan 50 ribu rupiah per lembar, 19 botol dan 3 liter minuman keras, serta berbagai peralatan yang digunakan para pengguna narkoba.
Sedangkan berdasarkan data ungkap kasus Narkoba, kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2015, terdapat 11 kasus Sabu dengan jumlah tersangka sebanyak 13 orang dan 5 kasus Ganja dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang.
Sedangkan jumlah kasus Narkoba pada tahun 2016, sampai bulan Juni 2016, tercatat untuk jumlah kasus Narkotika berupa Kasus Sabu ada 8 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang, dan jumlah kasus psykotropika berupa kasus Riklona ada 2 kasus, dengan jumlah tersangka 2 orang.
Terkait hal ini, Wabup berharap peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, tidak hanya dijadikan formalitas atau seremoni semata, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata, berupa pemberantasan secara tuntas permasalahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dari tingkat paling bawah dan paling ringan, hingga yang paling atas dan paling berat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here