Percepat Penghilangan Stigma Wilayah Kumuh, Warga Jaraksari Gelar Kerja Bhakti

WONOSOBOZONE – Segenap warga  RW. 05 Sruni Jaraksari  melakukan  kerja bhakti secara gotong royong untuk melaksanakan penataan kampung, khususnya yang berada di wilayah kawasan kumuh, beberapa waktu yang lalu.
Menurut Lurah Jaraksari, Akhmad Nuri Utomo, kerja bhakti yang dilaksanakan RW. 05 Sruni tersebut adalah dalam upaya penataan lingkungan yang berada di kawasan kumuh.
“Kerja bhakti  dengan gortong royong tersebut adalah dalam rangka penyelesaian kegiatan penuntasan baseline  100-0-100 ( 100 % tuntas air minum-100% tuntas kawasan kumuh-100 % tuntas sanitasi) melalui Program yang sebelumnya bernama P2KKP, dan sekarang disebut dengan Program Kotaku” jelas Nuri sapaan sehari-hari Lurah Jaraksari.
Dikatakan untuk Wilayah Kelurahan Jaraksari ini difokuskan di Wilayah RW. 05 Sruni yang lebih diprioritaskan terlebih dahulu, sesuai dengan hasil musyawarah bersama Ketua RW bersama Koordinator LKM Sinergi Kelurahan Jaraksari. 
Untuk program penuntasan Kawasan Kumuh ini, merupakan program kegiatan tahap II yang dialokasikan untuk penuntasan kawasan kumuh  di RT. 06 dan RT. 09  RW. 05 Sruni dengan dana sebesar 200 juta rupiah, yang digunakan untuk pembuatan saluran air dan perbaikan jalan lingkungan. Sementara  untuk tahap I telah dilaksanakan sebelumnya di lokasi RT. 13 dan 16 yang pelaksanaanya telah selesai 100 %. Dalam pelaksanaan Program ini sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat.
Dalam gotongroyong tersebut, Lurah Jaraksari mengharapkan, agar segenap masyarakat untuk senantiasa “nyengkuyung” membantu dan menyukseskan program Kotaku ini. Program ini sebagai rangsangan kepada warga, agar ada kepedulian terhadap kondisi  lingkungan, peduli dengan gotong royong, baik melalui swadaya baik tenaga, pikiran maupun material, demi lingkungan yang lebih baik.
Kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang melaksanakan program ini diharapkan untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dan apabila ada permasalahan untuk dimusyawarahkan atau dirembug dengan masyarakat, agar pelaksanaan dapat  aman, lancar dan hasilnya baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Seperti diketahui bersama, bahwa di Wilayah Kecamatan Wonosobo ini ada 5 Kelurahan yang sudah masuk dalam SK Kumuh, salah satu diantaranya adalah Jaraksari.
Dijelaskan, dengan adanya SK Kumuh tersebut pemerintah mengalokasikan untuk penuntasan Wilayah Kelurahan melalui Dana Kolaborasi masing-masing 500 juta rupiah, melalui  Kementrian Pekerjaan Umum.
Koordinator LKM Sinergi, Wagimin, menambahkan, program Kotaku yang digulirkan bukan merupakan kebutuhan pemerintah, akan tetapi merupakan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu kesadaran masyarakat untuk mendukung. Selain itu dalam pengerjaannya, Kelompk Swadaya Masyarakat (KSM), agar  memperhitungkan waktu, karena kegiatan ini  hampir di akhir tahun anggaran. Diharapkan paling lama pertengan Desember kegiatan dapat selesai 100%, baik fisik maupun administrasi. 
Yudi dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat menambahkan, dirinya selaku Ketua KSM, perlu kerja keras dan dukungan segenap warga untuk dapat melaksanakan Program Kotaku Tahap II ini. Untuk itu pihaknya sangat apresiatif dengan adanya kerja bhakti yang dilakukan oleh warga RW.05 Sruni Jaraksari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here