Penyandang Disabilitas Intelektual Temanggung sampaikan cita-cita pada Jokowi

TEMANGGUNGZONE – Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Kabupaten Temanggung mengikuti
acara puncak peringatan Hari Penyandang Disabilitas 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial di Mall Sumarecon Bekasi, Jawa Barat, Senin, (3/11). Pada acara yang bertema ‘Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas’ itu stand kopi dari BBRSPDI Kartini mendapatkan kesempatan dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Mentri Sosial (Mensos) Agung Gumiwang Kartasasmita, Mentri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pada kesempatan itu pun ke tiga Penerima Manfaat BBRSPDI Kartini Andika, Beni dan Arifin yang menjadi barista pada stand kopi itu berkesempatan berbincang pada Capres 2019 mendatang itu. Ke tiga Penerima Manfaat itu menyampaikan keinginannya untuk membuka cafe di Temanggung. “Pak, kami punya cita-cita ingin buka cafe di Temanggung,” ungkap salah satu Penerima Manfaat kepada Jokowi. Jokowi pun menanggapi keinginan siswa BPRSPDI Kartini itu dengan motivasi bahwa setiap orang harus memiliki cita-cita. “Bagus, harus punya cita-cita, nanti kita kerjasama, nanti saya bantu,” balas Jokowi kepada para Penyandang Disabilitas Intelektual yang berkeinginan memiliki cafe di Temanggung itu. Kepala BBRSPDI Kartini Temanggung Muhardjani pun mengaku senang dan bangga karena tidak semua stand mendapat kesempatan dikunjungi orang nomor satu di Indonesia itu. “Yang pasti bangga banget ya dikunjungi pak Jokowi karena tidak semua stand mendapat kesempatan dikunjungi beliau apalagi bersama Pak Mentri dan Pak Ridwan Kamil,” ungkap Muhardjani kepada Suara Merdeka, Selasa (4/12). Selain memberikan souvenir kopi, Ia pun menyampaikan kepada Jokowi Kopi Temanggung sudah sangat terkenal. Usai mencicipi Kopi, dikatakan Muhardjani, Presiden berpesan untuk belajar sungguh-sungguh agar cita-cita tercapai. Sementara itu, lanjut Muhardjani, Menaker juga menyarankan agar pihak BBRSPDI Kartini menghubungi BLK Lembang sebab di sana ada pelatihan barista. “Semoga kunjungan beliau bersama pak mentri dan pak ridwan kamil dapat memotivasi para Penyandang Disabilitas Intelektual untuk terus semangat dalam berkarya,” harap Muhardjani. Dalam acara itu ada moment yang menjadi viral di media sosial saat Jokowi tengah menggendong Mukhlis Abdul Holik alias Adul, penyandang disabilitas berusia 8 tahun dari Sukabumi. Dari keterangan yang diunggah pada akun media sosial pribadi Jokowi, Mukhlis Abdul Holik baru berusia delapan tahun, Ia setiap hari harus berjalan merangkak sejauh tiga kilometer menuju sekolahnya di SD Negeri X Cibadak, Sukabumi. Adul yang bercita-cita menjadi anggota pemadam kebakaran itu merupakan murid kelas tiga sekolah dasar di Sekolah tersebut. Acara itu juga dihadiri oleh ribuan penyandang disabilitas dari berbagai usia dan dari berbagai daerah.

BACA JUGA:  Mengikuti Acara Kerabat Ngopi Jogja di Dempes Kaliwiro
KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.