Penyamaan Visi dan Misi Antisipasi Dampak Musim Hujan

WONOSOBOZONE – Dalam penanganan bencana yang penting dilakukan adalah menyamakan visi dan misi, sehingga akan memunculkan persepsi yang sama tentang bencana yang ada di wilayah tersebut. Demikian disampaikan Dandim 0707 Wonosobo, Letkol. Czi. Dwi Hariyono, pada acara Rakor Antisipasi Dampak Musim Hujan tahun 2016/2017. Bertempat di ruang rapat Mangoenkoesoemo Setda, Selasa (18/10).
Dwi Hariyono juga menyampaikan bahwa Wonosobo memiliki potensi bencana yang sangat komplek. Semua potensi bencana ada kecuali sunami. Oleh karena itu penyamaan visi dan misi kebencanaan dari semua pihak sangatlah diperlukan, sehingga jika terjadi bencana penanganannya akan cepat dan tepat. Dwi Hariyono juga mengharapkan kepada semua pihak “untuk berpikirlah tentang bencana ketika tidak terjadi bencana, jangan setelah terjadi bencana baru berpikir”.
Pada kesempatan itu Asisten II Sekda Kabupaten Wonosobo, Drs. Amin Suradi, saat membuka rakor menyampaikan bahwa tingginya curah hujan per-tahun, berkisar antara 1.713 sampai dengan 4.255 mili meter per-tahun, bahkan pada Bulan Desember bisa mencapai 674 mili meter per-hari, sehingga rawan terjadinya bencana tanah longsor, amblesan dan runtuhan. Patut lebih waspada lagi, karena Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan musim hujan tahun 2016/ 2017 di Jawa Tengah datang lebih cepat di bandingkan biasanya, serta perkiraan terjadinya puncak musim hujan tinggi mencapai lebih dari 50 mili meter per-hari pada bulan Januari hingga Februari 2017. Oleh karena itu mengantisipasi dampak musim hujan ini, diharapkan kepada seluruh Satuan Pendukung Penanggulangan Bencana Di Kabupaten Wonosobo untuk siap siaga menghadapi setiap kemungkinan terjadinya bencana, termasuk berperan di dalamnya untuk menumbuhkembangkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Efektifkan komunikasi, memaksimalkan kerjasama, serta menyamakan persepsi sehingga ke depan bencana dapat di eliminir sedini mungkin. Termasuk menyiapkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dengan menghargai budaya lokal, membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta, tak kalah pentingnya diperlukan semangat gotong royong dan aksi riil seperti melaluii kegiatan bersih-bersih saluran air dan lingkungan, serta menguatkan kesetiakawanan dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat.
Kalakhar BPBD Kabupaten Wonosobo, Prayitno, S.Sos. M.Si, menyampaikan bahwa dalam tiga bulan terakhir ada 51 kejadian longsor di Wonosobo. Apalagi menghadapi musim hujan saat ini yang datangnya lebih awal dengan intensitas yang cukup tinggi. Perlu adanya kesiapsiagaan dari semua unsur untuk bersinergi dalam menghadapi kebencanaan. Sebenarnya kesiapan dari berbagai unsur dalam menghadapi bencana telah ada, tetapi perlu adanya koordinasi yang bagus sehingga bisa berjalan satu tujuan dalam menghadapi kebencanaan di Kabupaten Wonosobo. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here