Pentaskan Beragam Seni Dan Budaya, Nyadran Suro Giyanti Semarak

WONOSOBOZONE – Gelar ritual budaya di Dusun Giyanti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, dari tahun ke tahun selalu menawarkan hal-hal baru nan menarik. Tak berbeda, untuk tahun ini pun, ritual budaya yang tersohor dengan nama Nyadran Suro Giyanti itu dikemas begitu atraktif, dan bahkan lebih semarak. Sepanjang sepekan terakhir, atau dimulai pada Minggu (2/10) lalu, beragam jenis seni dan budaya khas Wonosobo dipentaskan. Ketua panitia nyadran Suro Giyanti, Ahnaf Hartanto ketika ditemui seusai ritual kirab tenongan, menyebut pihaknya menggelar tak kurang dari 11 agenda sepanjang 7 hari berturut-turut. “Kegiatannya seputar upaya melestarikan seni dan budaya khas, serta memelihara kerukunan antar warga lintas agama yang ada di Giyanti,” jelas pria dengan sapaan akrab Tanto itu, saat ditemui di Sasana Krida Budhaya Kertojanti, seusai ritual kirab tenongan, Jumat (7/10).
Untuk perhelatan Nyadran Suro tahun ini, Tanto menyebut pihak panitia juga menggelar beragam perlombaan kesenian, beriringan jadwal dengan pentas seni dan budaya. “Kami mengadakan festival tari antar pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten, serta festival Kuda Kepang untuk kelompok kesenian yang ada di Wonosobo,” beber Tanto. Melalui festival tari yang diikuti para pelajar tersebut, Tanto mengaku ingin agar generasi muda Wonosobo juga turut melestarikan budaya dan seni khas. Agenda lain yang sudah mentradisi dalam nyadran Giyanti, seperti Karnaval budaya, Bersih Desa, Dekorasi Desa, Doa lintas agama, pentas lenggeran (Tayub), sampai tenongan dan pentas rewa-rewo Merapi dikatakan Tanto, juga masih digelar.
Inisiatif panitia Nyadran Suro Giyanti yang mengundang pelajar untuk mengikuti festival tari, mendapat apresiasi sangat positif dari guru sekaligus kreator tari ternama Wonosobo, Sri Mulyani. Perempuan yang akrab disapa Bu Mul itu mengaku senang siswa-siswinya akhirnya mendapat panggung untuk pentas di Nyadran Suro Giyanti. Mementaskan tari berjudul Nyin-Nyin, yang menceritakan aktifnya anak-anak muda kreatif, Mulyani menyebut siswi-siswinya berhasil meraih predikat sebagai terbaik pertama.
Apresiasi positif atas digelarnya Nyadran Suro Giyanti juga datang dari Wakil Bupati, Agus Subagiyo. Nyadran Giyanti, yang disebut Agus sudah berusia 171 Tahun memang sudah sewajarnya dilestarikan, karena selain sebagai warisan luhur nenek moyang, nyadran suro juga menjadi daya tarik wisata yang potensial meningkatkan derajat kesejahteraan warga. “Semoga tahun-tahun mendatang semakin semarak, dan apabila memungkinkan pentas seni dan budaya tak hanya digelar sebatas untuk Nyadran, melainkan bisa digelar secara periodik, seperti sebulan sekali atau malah lebih sering lagi,” pungkas Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here