Pengusaha Jamu Wonosobo Dikenalkan Cara Membuat Jamu Herbal Organik

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 30 pengusaha jamu Wonosobo, selama 4 hari, dari hari Selasa, 15 November sampai Jumat, 18 November, mengikuti pelatihan membuat jamu herbal organik. 
Menurut Budi Prasetyo, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, puluhan pengusaha jamu asal Wonosobo ini mendapat kesempatan untuk mengembangkan produk jamu yang dimilikinya degan mengikuti pelatihan yang bertajuk peningkatan keterampilan Industri Kecil Menengah (IKM) Kimia.
Harapannya para pengusaha jamu ini tidak lagi  menggunakan bahan-bahan senyawa kimia, termasuk penggunaan pupuk untuk tanaman jamu. Untuk itu pihaknya sengaja mengajarkan pada pengusaha jamu, untuk membuat rendeman tanah dari bahan-bahan organik, sehingga tanaman untuk jamu yang dihasilkan murni dari bahan alam, tidak memakai bahan senyawa anorganik. Hal ini lah yang ditekankan pihaknya kepada para pengusaha, sehingga sekembalinya dari pelatihan, para pengusaha, melalui kelompok usaha jamu yang juga ikut terbentuk dalam pelatihan ini, diharapkan mampu membuat jamu herbal organik.
Ditargetkan, kedepan Wonosobo bisa menjadi kota jamu herbal organik. Yang mana hal ini sangat mungkin terwujud, mengingat kondisi alam Wonosobo masih segar dan hijau, serta menyimpan kekayaan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menjadi jamu. 
Selain itu, pelatihan dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan para pengusaha jamu, agar lebih kreatif lagi dalam mengolah hasil produknya. Terkait hal ini, salah satu pemateri, Agus Setyawan dari Himpunan Petani Muda Indonesia Kabupaten Pati menambahkan, bahwa para pengusaha mendapat bekal untuk mengenali kadar nutrisi jamu yang sesuai untuk dikonsumsi, sehingga akan membantu nilai tambah penjualan jamu. 
Diakuinya jika kekayaan tumbuhan di Wonosobo menjadi sebuah semangat pihaknya untuk membantu para pengusaha jamu asal Wonosobo untuk menggali dan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar tempat tinggal mereka menjadi obat tradisional. Sekaligus untuk mengenali potensi nilai ekonomis yang dapat dijadikan bahan baku usaha kelompok lebih lanjut. Sehingga tidak ada lagi stigma bakul jamu, yang ada adalah juragan jamu.
Terkait hal ini, selain pemberian informasi dan pengetahuan seputar obat tradisional, peserta juga dikenalkan cara membuat jamu herbal organik. 
Mereka diharapkan untuk terus memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional, karena pelayanan kesehatan tradisional, termasuk juga pengobatan tradisional, dilindungi oleh UU Kesehatan nomor 36 tahuan 2009, yang mana dalam pasal 1 disebutkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. 
Untuk itu para pengusaha jamu diminta tidak perlu takut untuk mengembangkan obat tradisional yang khasiatnya tidak kalah dan bahkan lebih alami dari obat-obatan kimia. 
Dari hasil diskusi kelompok pengusaha jamu yang terbentuk, yakni Paguyuban Jamu Herbal Organik Wonosobo, disepakati bahwa dalam waktu dekat akan dibuat Rumah Jamu Herbal Organik. Sementara untuk pemasaran, akan diupayakan kerjasama dengan Pemda, agar jamu asli Wonosobo bisa dijadikan suguhan minuman khas tamu daerah atau Welcome Drink serta dalam agenda rapat-rapat pemerintahan, termasuk dengan membuat aplikasi juragan jamu online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here