Pengunjung RSI Diajak Biasakan Hand Hygiene

WONOSOBOZONE – Pentingnya menyucikan tangan (Hand Hygiene) bagi para pengunjung Rumah Sakit hingga saat ini belum sepenuhnya menjadi kesadaran. Padahal, para pengunjung Rumah Sakit umumnya merupakan orang-orang yang sehat, dan harus berinteraksi dengan pasien yang dijenguknya. Secara logis, interaksi tersebut tentu berpotensi besar membawa perpindahan kuman dan bakteri, terutama melalui tangan. Mengingat hal itulah, para perawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo berupaya untuk mendidik pengunjung agar mulai terbiasa menyucikan tangan mereka, sebelum maupun sesudah menjenguk pasien.
Upaya promotif mengajak setiap pengunjung Rumah Sakit untuk membiasakan diri dengan hand hygiene, dilakukan serentak pada Jumat (17/3), seiring peringatan Hari Ulang Tahun ke 43 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI RSI Wonosobo, Aan Rudiyanto mengakui kesadaran pengunjung terhadap Hand Hygiene perlu ditingkatkan lagi. “Ini menjadi salah satu langkah kami dalam mengedukasi pengunjung, baik para keluarga penunggu pasien, maupun yang membezuk agar mereka juga terbiasa dengan pola hidup bersih,” jeas Aan ketika ditemui di sela mengajarkan cara menyucikan tangan menggunakan cairan steril. Meski selama ini pihak rumah sakit sudah menyediakan cairan pencuci tangan di setiap kamar maupun di sudut-sudut ruangan, Aan mengaku masih melihat banyak diantara pengunjung tak memanfaatkannya secara optimal. Padahal, dengan pemahaman yang benar, proses hand hygiene disebut Aan sangat mudah dan tak lebih dari satu menit. “Semoga edukasi dari kami ini akan membantu mencegah faktor resiko penyakit akibat kurang terjaganya kebersihan tangan,” harap Aan.
Kegiatan sosialisasi hand hygiene yang digelar RSI Wonosobo, diakui Misto, Wakil Ketua DPD PPNI Wonosobo telah menjadi agenda Nasional. “Sehubungan dengan peringatan HUT PPNI, maka edukasi menyucikan tangan ini memang digelar secara serentak di setiap rumah sakit maupun Puskesmas se-Indonesia,” terang Misto. Dengan pola pembelajaran sederhana dan sudah disediakannya fasilitas untuk sterelisasi tangan di setiap rumah sakit, Misto mengaku sangat optimis hal itu akan mampu mengurangi penularan penyakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here