Penggunaan DAK Harus Sesuai Aturan Yang Ada

WONOSOBOZONE – Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dalam rangka program pembangunan agar sesuai dengan aturan yang ada. Demikian dikatakan Pj. Sekda Pemerintah Kabupaten Wonosobo, M Aziz Wijaya saat membuka sosialisasi DAK Pendidikan di Pendopo Bupati, Selasa (13/8).

Aziz mewanti-wanti betul, khususnya kepada semua jajaran pendidikan, “Baik itu Dinas Pendidikanya, maupun jajaran sekolah, setiap kali ada kegiatan pembangunan, laksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat”, katanya.

Lebih lanjut, Aziz juga menekankan agar DAK bisa digunakan sebagai sarana berdiskusi tentang teknis perencanaan, persiapan, dan selanjutnya pengelolaan serta pelaporan kegiatan yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan, demi ikut mewujudkan keberhasilan pembangunan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.


Kegiatan ini saya nilai juga cukup strategis, dimana bisa menjadi forum komunikasi di Tingkat Kabupaten, dalam kaitannya dengan pengelolaan Dana Alokasi Khusus di seluruh sekolah penerima di Kabupaten Wonosobo,” imbuhnya.

Terkait itu, Aziz juga menghimbau Kepada tiap sekolah agar bisa memberikan tanggapan mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus di masing-masing sekolah. Karena diyakini permasalahan yang dihadapi setiap sekolah sangat beragam, mulai dari permasalahan teknis sampai pada permasalahan khusus.

Hal ini penting untuk di rumuskan bersama, mengingat penyerapan dana APBN khususnya Dana Alokasi Khusus, diharapkan bisa sesuai dengan perencanaan, sehingga realisasi dan laporan kinerja bisa sesuai juga dengan target kinerja, yang sudah ditentukan oleh masing-masing sekolah yang menerima kucuran Dana Alokasi Khusus. Dengan demikan realisasi kinerja ini bisa menjadi penilaian dan evaluasi bagi Pemerintah Daerah dalam tiap pengalokasian Dana Alokasi Khusus,” pungkas Aziz.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana mengatakan, kegiatan tersebut berdasar UU No 12 Tahun 2018 Tentang APBN, Perpres No 141 Tahun 2018 tentang Juknis DAK Fisik, serta Permendikbud No 1 Tahun 2019 Tentang Pentunjuk Operasional DAK Pendidikan. Dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kertersediaan dan keterjangkauan akses untuk menyediakan layanan pendidikan yang bermutu, berkesetaraan dan relevan.

BACA JUGA:  Kehancuran Wonosobo Tahun 1925 : Lebih Dari 1000 Orang Meninggal

Ada 3 sub di ruang lingkup DAK Fisik bidang Pendidikan yakni Sub Bidang SD, SMP dan SKB. Sub bidang SD sendiri meliputi, prasarana yaitu rehabilitasi ruang kelas, ruang kantor/guru, ruang perpustakaan dan sanitasi,” kata Sigit.

Sementara untuk Sarana menurut Sigit meliputi Pengadaan alat peraga PJOK seni budaya ketrampilan. Untuk Sub bidang SMP prasarananya sama dengan SD ditambah ruang Lab Komputer dan Lab IPA, Dan pengadaan kelas baru. Sarananya, pengadaan alat peraga IPA, IPS, Matematika Lab Komputer, Media Pendidikan dan Alat Kesenian Tradisional.

Sementara untuk Sub bidang SKB meliputi, prasarana dengan rehabilitasi jamban SKB dan rehab ruang kelas TK Negeri, sarana meliputi pengadaan komputer dan pengadaan APE TK Negeri dan penyediaan Buku Koleksi PAUD,” tandasnya. (Why/WZ)

Sosialisasi DAK Pendidikan di Pendopo Bupati, Selasa (13/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.