Pengerahan Massa Ke Jakarta Belum Dipersiapkan Matang

WONOSOBOZONE – Kapolres Wonosobo, AKBP Aziz Andriansyah mengaku jajarannya telah mengendus adanya indikasi dan potensi pengerahan massa untuk mengikuti agenda aksi damai tanggal 2 Desember (212) di Jakarta. Namun demikian, Aziz meyakini bahwa upaya tersebut sampai saat ini belum dipersiapkan secara matang, sehingga ada kemungkinan besar, pergerakan tidak akan terjadi. Ditemui seusai apel Nusantara bersatu di alun-alun Kota Wonosobo, Kapolres termuda di lingkup Polda Jateng itu justru menegaskan imbauan agar warga masyarakat menghormati proses penegakan hukum dan upaya menegakkan keadilan sesuai aturan yang berlaku. “Mari kita berdoa bersama, demi ketenteraman dan kerukunan bangsa ini, serta menjaga semangat toleransi, saling menghormati antar umat beragama, serta turut menjaga agar Negara Indonesia tetap tegak dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Indikasi akan adanya massa yang bakal turut dalam aksi damai 212 di Jakarta juga diakui Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono. Akan tetapi, dugaan itu menurut Dwi sudah bisa terjawa dari gelar apel Nusantara bersatu, dimana hampir seluruh elemen masyarakat yang ada di Wonosobo turut serta. 
“Situasi di Wonosobo sampai saat ini masih sangat kondusif, dan saya berharap ini senantiasa kita jaga bersama dengan tekad kuat untuk tidak gentar menghadapi segala upaya yang mengarah pada perpecahan bangsa,” tegas Dandim. Dengan adanya gelar apel bersama Nusantara bersatu, yang menurut Dwi merupakan inisiasi bersama segenap komponen masyarakat tersebut, seluruh Indonesia dan bahkan Dunia akan tahu, bahwa semangat untuk menjaga keutuhan NKRI masih bergelora di dada setiap warga Negara.

Bersatunya tekad seluruh elemen masyarakat, seperti yang dikatakan Dandim maupun Kapolres memang terlihat nyata dalam apel Nusantara bersatu. Selain para pejabat publik dan seniman yang mengikrarkan bahwa Indonesia tak hanya untuk satu atau dua golongan, tidak hanya untuk satu atau dua agama, dan tidak hanya untuk satu suku maupu ras, dalam apel tersebut, para pemuka agama, mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu juga berdo’a demi keutuhan bangsa, dan menyerukan hal yang sama, yaitu rakyat harus bersatu-padu demi keutuhan dan tegaknya NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here