Pengemudi Angkutan Pasir di Kabupaten Magelang Unjuk Rasa Tuntut Penurunan Pajak Galian C

MAGELANG – Puluhan supir dan awak truk angkutan tambang pasir melakukan unjuk rasa tuntut penurunan pajak galian C  di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang, Senin (20/5/2019).

Koordinator Aksi dari jaringan Pengemudi Angkutan Pasir Magelang Raya, Erfin Yulianto mengatakan, mereka mengajukan protes dan menolak kenaikan tarif pajak mineral bukan logam dan batuan (galian C).

“Kami bersama rekan-rekan mengajukan protes terhadap Pemkab Magelang yang telah menerapkan kenaikan pajak mineral bukan logam dan batuan (Galian C). Kami juga memprotes soal wajib pajak. Yang wajib membayar adalah penambang, sementara kami hanya sopir jadi korban,” kata dia di sela aksi.

Erfin mengatakan, kenaikan pajak mineral bukan logam dan batuan (galian C) ini mulai berlaku sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 00.00 WIB. Adapun kenaikan tersebut dulunya Rp18.000, sekarang dikenakan sebesar Rp 50.000.

Pihaknya meminta pemerintah juga harus jelas dalam menerapkan pajak. Pasalnya, saat ini sopir yang hanya sebagai pengemudi yang ditarik pajak, yang seharusnya adalah penambang pasir sendiri.

“Kami harus bayar di TPR, artinya yang dipungut sopir. Kita kan sopir yang dimintai, kita bukan wajib pajak. Sebagai contoh seperti di Sleman, saya beli pasir di sana sudah include sama retribusinya pajak. Kalau di sini nggak masih diminta, sementara kita cuma sopir,” ujarnya.

Setelah sejam audiensi, tidak ada titik temu. Pihaknya pun mengancam menolak membayar pajak, sebelum aturan tersebut dibenahi dan pajak tidak dibebankan pada sopir.

Sebelumnya truk jenis colt diesel membayar Rp18.000 menjadi Rp50.000. Regulasi baru ini berlaku Senin (20/5/2019), mereka menolak surat edaran yang dikeluarkan Bupati Magelang 973/2305/23/2019 tentang pemberlakukan besaran pajak mineral bukan logam dan batuan.

BACA JUGA:  ​Launching Toyota All New Rush Siap Gebrak Pasar Mobil Wonosobo

Sesuai regulasi baru ini untuk jenis armada tronton sebelumnya dikenakan pajak sebesar Rp50.000 kini menjadi Rp140.000. Kemudian, engkel dari Rp36.000 menjadi Rp 100.000, colt diesel sebelumnya Rp18.000 menjadi Rp50.000 dan bak terbuka sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp15.000. 

Artikel dikutip dari Tribunjogja.com Penulis Rendika,  link http://jogja.tribunnews.com/2019/05/20/pengemudi-angkutan-pasir-di-kabupaten-magelang-unjuk-rasa-tuntut-penurunan-pajak-galian-c

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.