Pengembangan Icon Daerah, Carica dan Purwaceng

WONOSOBOZONE – Perwakilan Swis bersama MPIG Nasional dalam seminar Indikasi Geografis tgl 12-15 Mei 2016.
Dalam rangka mengembangkan potensi daerah yang sekaligus ikon daerah wonosobo yaitu Carica dan Purwaceng, maka Pemerintah diharapkan dapat andil lebih banyak lagi sehingga eksistensi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) tetap eksis dan bisa mengembangkan sayapnya dengan lebih jauh.
Selama ini peran Pemerintah Daerah (Pemda) sudah cukup bagus baik dalam rangka membantu memperjuangkan hak Indikasi Geografis dari Kementrian Hukum dan HAM maupun dalam rangka promosi produk ikon Indikasi Geografis (IG) berupa carica dan purwaceng baik skala lokal, regional, nasional maupun internasional. Adapun pada even internasional baru dijajagi kerjasama investasi dengan pihak pebisnis Singapura dalam lingkup ASEAN.
Dalam pasar domestik sendiri perlunya penguatan kelembagaan MPIG agar lebih kuat yaitu dengan adanya komposisi pengurus dan dibentuknya koperasi MPIG yaitu Koperasi Klasika”. Selain itu perlu sosialisasi bahwa yang berhak melakuka produksi carica dan purwaceng secara hukum adalah MPIG termasuk yang berada diluar Wonosobo seperti Kabupaten Banjarnegara.
Kedepan Peranan Pemda seperti Bappeda, Perindag, Koperasi UMKM dan Dinas Pertanian untuk lebih berperan aktif sehingga MPIG bisa lebih memasyarakat dan dapat diakui eksistensi oleh semua lapisan masyarakat. Bentuk kepedulian Pemda dimasa yang akan datang dengan disediakannya anggaran yang memadai untuk operasional yang diampu oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti bantuan bibit carica dan purwaceng pada Dinas Pertanian Peternakan Perikanan, Penguatan industri kecil dan Promosi Pengembangan Produk pada Kantor Perindustrian dan Perdagangan, Pembuatan logo dan hologram MPIG pada Kantor Koperasi UMKM.
Diharapkan OPG seperti Bagian Perekonomian dan Dinas Kesehatan untuk ikut andil dalam upaya membesarkan MPIG sebagai basis pengembangan ekonomi rakyat berbasis komoditi lokal. Selain MPIG Purwaceng mewakili Wonosobo juga MPIG Kopi Arabika Gayo dan Kintamani, Lada Putih Muntok serta ikat tenun Sikka.
Hal ini perlu ada dorongan sebagaimana disampaikan pada hasil Seminar Indikasi Geografis yang diselenggarakan oleh ISIP Swiss dan Kementrian Hukum dan HAM RI tanggal 12-15 Mei 2016 di Jakarta.
(Drs.Oman Yanto,MM:Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen Kantor Perindag).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here