Pengembangan Desa Wisata Lipursari Panen Dukungan

WONOSOBOZONE – Upaya Desa Lipursari, Kecamatan Leksono untuk mengembangkan potensi wisata alam mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten, dukungan juga diperlihatkan jajaran Kodim 0707, Polres Wonosobo, unsur legislatif serta organisasi sosial Lions Club (LC) Wonosobo Dieng. Hal itu terlihat ketika pada Jumat (20/4) sejumlah kegiatan yang digelar dalam rangka pengembangan potensi Pariwisata Desa. Sekretaris Desa Lipursari, Zuhair menyebut beberapa kegiatan seperti peresmian Brug Abang, atau jembatan merah kali puteh, penanaman bersama di bukit Beser, serta tabur benih ikan di embung desa setempat, sengaja digelar sebagai bagian dari upaya promosi. “Tentu kami sangat bersyukur banyak pihak yang mengapresiasi kegiatan ini, seperti dari Lions Club Wonosobo Dieng, Kodim, Polsek Leksono, Pemerintah Kecamatan Leksono dan banyak lagi pihak yang turut mendukung pengembangan Desa Wisata Lipursari,” ungkap Zuhair.

Setelah membenahi bukit beser dengan menambah sejumlah wahana bagi para penggemar swa foto, Zuhair menyebut pihaknya berupaya mengangkat potensi lain, seperti jembatan bersejarah penghubung utama Desa yang dulu dikenal dengan Brug Abang. “Jembatan merah ini warisan peninggalan Belanda, terus sekarang kami kembangkan untuk obyek wisata, dan nantinya juga kami tambahkan dengan rest area dan star rivertubing hingga gembok cinta untuk menarik minat kaum muda,” tuturnya. Jembatan itu oleh Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Fauzan Fadly dinamakan dengan Jembatan Merah Putih, merujuk pada warna jembatan dan sungai di bawahnya yang bernama Kali Putih.

Dandim ketika ditemui sesuai menanam bersama Lions Club mengungkap optimismenya kelak Lipursari bakal mampu menjadi destinasi Wisata yang dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung. “Kami mendukung penuh setiap upaya warga masyarakat seperti di Lipursari ini untuk menggali dan mengembangkan potensi alamnya, agar kelak dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa,” ujar Dandim. Kehadirannya di Lipursari, diharapkan Fauzan juga mampu memicu semangat warga masyarakat untuk terus bergerak memajukan desa, dengan mengembangkan kreatifitas mereka.

BACA JUGA:  BOCAH SD DI BANJARNEGARA HANYUT TERBAWA ARUS SUNGAI DITEMUKAN TEWAS

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, One Andang Wardoyo yang kini juga tengah gencar mendorong pengembangan Desa Desa Wisata mengakui, dibutuhkan keseriusan dan komitmen kuat untuk memaksimalkan potensi wisata. “Lipursari ini bersama dengan desa desa lain di Sukoharjo dan Kaliwiro memang kami upayakan agar bisa menjadi destinasi Wisata unggulan Di wilayah Wonosobo Barat,” terang Andang. Melihat antusiasme warga Lipursari dalam mengupayakan pengembangan potensi desanya, Andang mengaku sangat apresiatif. Hanya saja, ia juga meminta agar destinasi Wisata alam yang sudah memiliki keindahan secara alami, tidak terlalu banyak ditambah asesoris. “Jaga saja kebersihan lingkungan dan keasriannya agar wisatawan betah berlama lama di lokasi ini,” harap Andang.

Senada, anggota komisi D DPRD Handayani yang turut menebar benih ikan di embung Desa juga mengaku sangat terkesan dengan keindahan alam Lipursari. “Tinggal dijaga dan dioptimalkan dengan menambah sejumlah sarana pendukung seperti fasilitas toilet atau mushola agar wisatawan yang datang lebih nyaman,” ujar Handayani. Ke depan, sejumlah anggota Lions Club Wonosobo Dieng yang menginisiasi Bakti Sosial di Lipursari juga berharap Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Kaliwiro itu mampu menjelma menjadi kawasan Wisata alam unggulan Wonosobo. “Agar ekonomi warga masyarakat di Desa ini juga semakin baik sehingga kesejahteraan mereka juga terus meningkat,” pungkas Presiden Lions Club, Agus Purnomo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.