Pendidikan Karakter Harus Tetap Jadi Prioritas Pembangunan Perdesaan

WONOSOBOZONE – Pendidikan karakter harus tetap jadi prioritas
pembangunan perdesaan, hal ini diungkapkan Bupati Wonosobo, Kholiq Arif, dalam pertemuan ulama dan umaro serta pembukaan amal infaq
Yakaumi periode 211 Senin, 16 Maret malam di Masjid Nurul Huda Desa Kalimendong.

Menurutnya, pendidikan karakter merupakan pondasi kuat
pembangunan sumber daya manusia yang bisa menopang kinerja pembangunan bidang
lainnya. Khususnya pembangunan karakter generasi muda, sebab hal ini menjadi
satu gerakan moral dalam menyiapkan generasi penerus yang berakhlak baik, jauh
dari pengaruh narkoba, kriminalitas maupun seks bebas yang saat ini tengah
marak di kalangan generasi muda. Tidak hanya di daerah perkotaan saja, tapi
juga masuk di desa-desa. Hal ini tidak lepas dari pesatnya kecanggihan alat
telekomunikasi dan teknologi informatika.
Selain pembangunan karakter, bupati juga berpesan agar
masyarakat beserta pemerintah desa ikut menjaga fasilitas publik yang sudah
terbangun, seperti jalan dan jembatan. Khusus jalan, Bupati berjanji akan
segera mengalokasikan pekerjaan perbaikan di tempat ini, sebab saat ini banyak
jalan rusak ditemui di Kalimendong.
Senada dengan Bupati, Pimpinan Pondok Pesantren As
Salaf, Kelurahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo, Kyai Abdul Mutholib, dalam
tausiyahnya menyampaikan, pembinaan karakter masyarakat perlu dimulai dari anak-anak
sehingga pada saat tumbuh besar akan menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak
mulia. Ciri masyarakat berakhlak baik adalah selalu berbaik-baik dengan saudara
terdekat, tetangga serta menghormati saudara lain agama.
Terkait pembukaan Amal Infaq
Yakaumi periode 211, Kasi Pemberdayaan Syariah Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, H.Mahbub,
menyampaikan bahwa perolehan Infaq Yakaumi kali ini merupakan
pemasukan bulan Januari dan Februari
2015, yang terkumpul sebanyak 113 juta 963 ribu
rupiah, dengan rincian, perolehan dari donatur Dinas/Instansi dan
Bank senilai 73 juta 133 ribu rupiah dan infaq dari kecamatan
senilai 40 juta 830 ribu rupiah.
Untuk infaq dari Kecamatan,
Kecamatan Kepil kembali menjadi
kecamatan yang mengumpulkan infaq terbesar yakni 4 juta
rupiah bersama dengan Kecamatan Leksono,
disusul Kecamatan Kertek sebesar 3,5 juta rupiah.
Mahbub menambahkan, dana infaq yang
terkumpul dikeluarkan untuk bantuan stimulan pemugaran rumah tidak layak huni
warga tidak mampu yang direkomendasikan dari desa dan kecamatan, bantuan biaya
pendidikan serta bantuan pengobatan warga muslim
di Wonosobo yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
Bupati saat berikan arahan dalam Yakaumi periode 211

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here