Penderita HIV / AIDS di Wonosobo Meningkat, 79 Orang Meninggal Dalam Satu Dekade

WONOSOBOZONE – Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, mengharapkan program-program penanggulangan HIV/AIDS di Wonosobo bisa masuk dalam program KOMDA Lansia. Hal ini ditegaskannya, saat memberikan arajan dalam rapat koordinasi lansia yang digelar KOMDA Lansia Kabupaten Wonosobo bersama beberapa instansi terkait, Senin, 9 Mei di Pendopo Wakil Bupati.
Menurutnya, faktor pengalaman yang dimiliki para lansia, serta budaya masyarakat yang masih melihat sosok orang tua sebagai panutan, memiliki peran strategis dalam ikut memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya kaum muda dalam menekan angka pesakitan penderita HIV/AIDS di Wonosobo. Apalagi trend jumlah penderita di Wonosobo, cenderung meningkat pesat. Dari hanya 1 kasus di tahun 2005, sampai akhir 2015, secara akumulatif meningkat menjadi 295 penderita, dengan 79 orang diketahui sudah meninggal dan sisanya masih hidup.
Untuk itu, para masyarakat lansia diharapkan bisa memberikan arahan dan wejangan kepada kaum muda, agar sejak dini menghindari beberapa hal, yang berpotensi mengakibatkan naiknya angka penderita HIV/AIDS, yakni menolak seks bebas dan narkoba. Termasuk dengan mengedukasi mereka, dalam mempersiapkan generasi berencana.
Ia menambahkan, KOMDA Lansia bisa memasukan program ini, melalui salah satu paradigma pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yakni pola promotif dan preventif. Wabup optimis, kiprah para generasi tua ini akan bisa menekan angka pesakitan HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Emi Hidayati, menyampaikan, pihaknya dalam menyelenggarakan pelayanan lansia berpijak pada Permenkes  RI No 67 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lansia di Puskesmas.
Adapun beberapa penyakit yang kerap diderita masyarakat lansia Wonosobo, adalah hipertensi, artritis, stroke, kanker, jantung koroner, gagal jantung dan gagal ginjal. Pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan, beberapa upaya peningkatan layanan terhadap masyarakat lansia bisa terpenuhi, diantaranya peningkatan persentase puskesmas yang menyelenggarakan layanan santun lanjut usia, persentase puskesmas dengan Pos lansia aktif di setiap desa, persentase Puskesmas melaksanakan home care lanjut usia, serta persentase Lansia yang mendapatkan pelayanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here