Pendamping dan Operator PKH Diminta Aktif Membantu Program Pengentasan Kemiskinan Daerah

WONOSOBOZONE – Pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) diminta aktif membantu program pengentasan kemiskinan. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo di hadapan Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Wonosobo selaku Tim Koordinasi Kabupaten PKH serta puluhan Koordinator Kecamatan (Korkec) PKH se Wonosobo dalam Rakor PKH, Rabu, 7 Desember, di Ruang KRT.Mangoenkoesoemo Setda.
Menurut Agus, Program Keluarga Harapan dinilai tepat dalam upaya penanggulan kemiskinan, karena program ini lebih menyentuh dalam pemenuhan kesehatan dan pendidikan keluarga rumah tangga sangat miskin di Wonosobo. Dtambah, karena program ini bersyarat dan mendapat pendampingan dan pengawasan yang ketat, sehingga benar-benar tepat sasaran.
Program yang hadir di Wonosobo sejak tahun 2015 dengan data awal sebanyak 40.274 dan setelah validasi data penerima bantuan menjadi 26.503 ini, diharapkan bisa mengurai angka kemiskinan Wonosobo yang saat ini untuk kondisi baseline angka kemiskinan di tahun 2015 berada di angka 21,43%, sehingga dengan angka tersebut target sasaran di tahun 2016 turun menjadi 19,74%, dilanjutkan kemudian 18,08% di tahun 2017, serta menurun lagi ke angka 16,42% setahun berikutnya.
Hal ini bisa dilakukan pendamping dan operator PKH dengan lebih seksama melakukan verifikasi data sehingga sebaran penerima bantuan merata di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, dan penerima yang berhak menerima bantuan betul-betul keluarga yang sangat miskin dan memiliki komponen anak sekolah dan balita.
Sedangkan menurut Kepala Bagian Sosail dan Kesra Setda Wonosobo, Eko Suyantoro, di tahun 2016, jumlah total bantuan yang sudah disalurkan secara bertahap dalam 3 periode, adalah 37 milyar 982 juta 462 ribu 500 rupiah, dengan rincian Tahap I di bulan April sebesar 21 milyar 840 juta 637 ribu 500 rupiah untuk 26.500 Keluarga Sangat Miskin (KSM) eligible, Tahap II di bulan Juli sebesar 8 milyar 626 juta 287 ribu 500 rupiah untuk 26.462 KSM eligible dan Tahap III di bulan Oktober sebesar 7 milyar 515 juta 537 ribu 500 rupiah untuk 24.879 KSM eligible. Adapun tahap IV rencananya akan diberikan pada bulan Desember ini, sebesar 7 milyar 515 juta 537 ribu 500 rupiah untuk 24.879 KSM eligible. Secara keseluruhan di tahun 2016, dana yang disalurkan sebanyak 45 milyar 498 juta rupiah.
Untuk petugas sendiri, ditambahkan Eko, jumlah  keseluruhan  pendamping sebanyak 117 orang dan 8 orang operator serta 1 orang koordinator kabupaten, sehingga total keseluruhan petugas PKH sebanyak 126  orang.
Sementara Koordinator Wilayah I Jawa Tengah, Arif Rahman, mengingatkan, untuk memperkuat petugas PKH dalam ikut mengentaskan kemiskinan daerah, bagi kecamatan yang memiliki PKH harus dibentuk Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH) Kecamatan dengan ketua Camat. Tugas UPPKH ini antara lain bersama dengan pendamping, mengkordinasi kegiatan PKH di wilayah  kecamatan, memvalidasi data KSM yang diberikan oleh UPPKH Pusat, memfasilitasi penyaluran bantuan tunai sesuai dengan ketentuan, pengawasan dan pembinaan terhadap KSM/KPM yang menjadi binaannya, setiap saat memverifikasi perkembangan KPM yang menjadi binaannya, mengkoordinasikan dengan instansi/lembaga terkait di tingkat kecamatan dan UPPKH Kabupaten serta berkkordinasi dengan aparat desa/kelurahan di wilayahnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here