Penataan Staf Masuk Tahap Finalisasi

WONOSOBOZONE – Proses penataan staf yang akan menempati organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, hasil SOTK akhir  2016 lalu, memasuki tahap finalisasi. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo, Maria Susiawati mengungkap perihal tersebut saat berbicara selaku narasumber acara dialog bertema SOTK Baru Pemkab Wonosobo,  di LPPL Radio Pesona FM, Senin (16/1).
Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses penempatan staf, diakui Maria tak lepas dari upaya optimal pihaknya, untuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang lebih sehat. “Untuk sementara ini memang kami, baik secara tertulis maupun melalui media apel pagi rutin dan rakor pimpinan OPD, sudah mengeluarkan imbauan agar para staf menjalankan tupoksi di unit kerja sebelumnya, sembari menunggu terbitnya SK tetap,” jelas Maria. Contohnya, menurut mantan Kabag Organisasi dan Kepegawaian Setda itu, staf Bagian Sosial dan Kesra, yang pada OPD baru terpecah menjadi Bagian Kesra dan Dinas Sosial Pemdes, secara naluriah dan alami diharapkan untuk menjalankan tupoksi di subbagian masing-masing. Bagi staf yang biasa mengerjakan tugas terkait pelayanan kesejahteraan rakyat, maka diminta untuk menjalani pekerjaan di OPD Bagian Kesra Setda. Dan begitu pula bagi yang biasa mengerjakan tupoksi ke arah Sosial, Maria berharap mereka juga tetap menjalankan pekerjaan di OPD baru Dinsos Pemdes. “Saat ini proses finalisasi SK staf masih berjalan, dan semoga dalam waktu satu atau dua hari ini akan selesai sepenuhnya,” tandas Maria.
Pertimbangan penempatan staf, ditegaskan Maria memang tidak bisa tergesa-gesa, mengingat pihaknya juga memperhitungkan masa depan dan karir mereka. “Kami berupaya profesional, dan sebisa mungkin staf yang bersangkutan bekerja sesuai bidang keahlian, kompetensi dan linier dengan latar belakang pendidikan serta menunjang karir nya,” pungkasnya.
Keterangan terkait kepastian penempatan staf yang disampaikan Sekretaris BKD tersebut, sekaligus menjawab kegelisahan para staf di lingkup birokrasi Pemkab. Selama lebih dari 2 Minggu, terhitung sejak pelantikan pejabat hasil SOTK baru, pada 31 Desember 2016 silam, sejumlah staf di berbagai OPD mengaku bingung dengan apa yang harus dikerjakan. “Karena belum menerima SK, sementara OPD lama tempat saya bekerja sudah tidak ada, maka untuk sementara memang saya hanya bisa menunggu saja,” ungkap salah satu staf Setda yang enggan namanya disebut. Tak hanya itu, dampak dari SOTK baru juga dirasakan beberapa pejabat yang hingga saat ini belum mendapat kepastian di mana kantor OPD mereka. Salah satunya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang sedianya berkantor di eks gedung kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM), namun kemudian berpindah ke Eks gedung kantor Koperasi dan UMKM. Selama beberapa hari, para pejabatnya tampak memanfaatkan Radio Pesona FM sebagai kantor sementara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here