Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di 2016, UPIPA Butuh 150 Juta Rupiah

WONOSOBOZONE – Unit pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (UPIPA) Wonosobo membutuhkan dana, setidaknya 150 Juta Rupiah untuk operasionalisasi sepanjang 2016 mendatang. Dana sebesar itu, menurut Ketuanya Nuraini Areswari akan digunakan untuk penanganan korban kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disinyalir akan semakin banyak di tahun mendatang.
“Tahun 2015, dengan dana sebesar 65 Juta Rupiah, UPIPA telah kewalahan dengan banyaknya kasus yang harus ditangani, mulai dari menampung para korban di shelter, hingga pendampingan ketika korban harus menempuh jalur hukum di persidangan,” jelas Nuraini ketika ditemui di sela forum dengar pendapat dengan Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro dan anggota Komisi D, Handayani, Kamis (18/12).
Demi meningkatkan kinerja pelayanan dan pendampingan para korban kekerasan tersebut, Nuraini mengakui pihaknya berharap agar kalangan dewan bisa mendorong agar anggaran sebesar 150 Juta tersebut bisa disetujui. “Penetapan anggaran pada 30 November lalu memang telah mengesahkan alokasi dana untuk UPIPA sebesar 75 Juta Rupiah, namun demikian kami berharap apabila memungkinkan, jumlah tersebut bisa ditambahi lagi,” tutur Nuraini.
Permintaan tambahan dana tersebut, dikataan Nur bukan tanpa alasan, mengingat selama ini pihaknya memang telah bekerja keras dalam mengupayakan banyak hal untuk penanggulangan kekerasan seksual terhadap kaum perempuan dan anak. “Kasus semakin meningkat, sementara dana yang dialokasikan tidak mencukupi, sehingga kami khawatir akan banyak korban yang tidak tertangani,” jelas Nuraini.
Melalui forum pertemuan yang dihadiri pula Kepala Badan KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKKB PP dan PA) tersebut, Nuraini berharap akan ada solusi dari para legislator.
Menanggapi permintaan UPIPA tersebut, Ketua Komisi A, Suwondo Yudhistiro mengaku akan berupaya membantu semaksimal mungkin. “Secara legal, penetapan anggaran memang telah berlalu, yaitu pada 30 November lalu, namun kemungkinan pemerintah untuk mengucurkan tambahan dana sebesar 75 Juta saya pikir masih memungkinkan,” jelas Suwondo. Pihaknya selaku wakil rakyat pun mengakui, adanya fenomena meningkatnya jumlah kasus kekerasan seksual di Wonosobo selayaknya memang disikapi secara bijak, setidaknya dengan dukungan optimal kepada UPIPA. “Paling tidak, anggaran bisa ditambah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) mitra, seperti BKKB PP dan PA atau yang lain,” beber Suwondo.  
Senada, anggota Komisi D, Handayani pun berpendapat perjuangan UPIPA dalam menangani korban-korban kasus kekerasan seksual layak mendapat apresiasi. “Bu Nuraini bersama jajaran UPIPA terbukti telah bekerja keras untuk mendampingi para korban, dan dengan dana yang minim merekapun tetap melangkah,” tutur perempuan yang akrab dengan panggilan Yani tersebut. Ke depan, Yani bersama jajaran Komisi D mengaku akan mengupayakan agar dukungan dana bagi UPIPA bisa terus meningkat, agar penanganan terhadap perempuan korban kekerasan juga kian optimal.
Source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here