Pemutakhiran Buku Putih Sanitasi Kian Intensif

WONOSOBOZONE – Langkah menuju terciptanya 100 % air bersih, 0 % permukiman kumuh, dan 100 % sanitasi, atau yang lebih sering dislogankan dengan 100-0-100 semakin tampak serius. Kategori sanitasi, yang menurut Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo masih ada di kisaran angka 50 % pun ditarget secepatnya meningkat. Untuk kategori permukiman kumuh, angka capaian masih terus diperbarui, sementara ketercakupan air bersih sudah berada di atas 70 %, ungkap Andang ketika membuka lokalatih pemutakhiran buku putih sanitasi (BPS) di Resto Ongklok, Senin (30/5).
Pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan Lingkungan dan Kehutanan, sampai Dinas Cipta Karya dan Kebersihan diminta Andang untuk secepatnya menyelesaikan beberapa hal terkait hal tersebut. Contohnya Dinas Kesehatan yang pada Agustus mendatang sudah harus menyelesaikan penyusunan ERHA, tegas Andang. Target pemutakhiran, disebut Andang sudah harus tuntas pada September, atau selambatnya awal bulan Oktober mendatang.
Ajakan untuk mempercepat pemutakhiran BPS disambut positif peserta loka latih. Kepala Bagian Komunikasi dan Telematika (Komtel) Setda, Margiono termasuk salah satu yang cukup antusias mengikuti beberapa metode pemutakhiran BSP. Menurut Margiono, upaya Pemkab Wonosobo untuk mewujudkan lingkungan ideal, termasuk dari sisi sanitasi dan ketercakupan air bersih memang selayaknya dipercepat.
Air bersih menjadi kebutuhan pokok warga masyarakat, sementara sanitasi juga merupakan unsur utama dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk ditinggali, tutur Margiono. Pihaknya, selaku pejabat pelayanan informasi dan dokumentasi daerah (PPID) akan berupaya seoptimal mungkin untuk berperan aktif menyosialisasikan pentingnya realisasi 100-0-100 di masyarakat. Tentu saja masyarakat perlu memahami program Pemkab ini, agar muncul pula dukungan berupa partisipasi aktif untuk mewujudkan lingkungan ideal di sekitar permukiman mereka, tandas Margiono.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan Kasubbag Perencanaan Evaluasi Pelaporan dan Pengelolaan system informasi menajemen, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Pramana. Sigit bahkan menyebut agar percepatan upaya merealisasikan lingkungan ideal melalui 100-0-100 juga perlu mengarah pada penuntasan masalah persampahan di Kabupaten Wonosobo. Sampai saat ini belum ada langkah nyata Pemkab untuk mengurai masalah sampah ini, sehingga sampah terus menumpuk di TPA Wonorejo, beber Sigit.
Menurut Sigit, hal itu akan menimbulkan dampak cukup serius di masa mendatang, dan perlu secepatnya diambil solusi tepat. Pengelolaan sampah mulai dari tingkat terkecil, yaitu keluarga kemudian RT dan RW sangat perlu, sehingga kelak TPA benar-benar hanya menampung sampah yang siap buang, bukan sampah yang masih bisa diolah, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here