Pemuda Wonosobo Wakili Indonesia Di Kompetisi Sains Tingkat Internasional

WONOSOBOZONE – Muhammad Rafi Ramadhani warga Bumiroso Kecamatan Watumalang, peraih Juara I Nasional Young Inventors Award ke-II yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2018 akan mewakili Indonesia di kompetisi Sciences International (ESI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 21-29 September 2019. Kegiatan ini bakal diikuti oleh 56 negara.
.
Rafi akan terbang besok (20/9/2019). Kepala wonosobozone.com Rafi mohon doa restu warga Indonesia agar sukses diajang kompetisi tersebut dan bisa mengharumkan nama Bangsa.

Anak pertama dari 4 bersaudara ini menciptakan alat yang digunakan untuk mengisi daya pada smartphone, bernama AYO OBAH (@ObahEnergy).
.
Rafi mengatakan, charger ini memanfaatkan energi kinetik manusia untuk menghasilkan energi listrik. Ketika baterai smartphone mulai kehabisan energi, segera genggam AYO OBAH lalu gerakan vertikal charger itu menggunakan tangan dan kaki, maka otomatis akan mengisi baterai. Setiap gerakan akan menghasilkan energi sebanyak 5 volt, dan dalam 24 jam menghasilkan energi 10.000 MAh.

Ciptaannya tersebut terinspirasi dari gerakan sholat untuk membuat teknologi yang dapat mengkonversi energy kinetik manusia saat beraktivitas menjadi energy listrik.

Rafi mengakui untuk menciptakan alat tersebut tidaklah mudah. Sebelumnya ia telah melakukan puluhan kali percobaan dan beberapa mengalami kegagalan.

Pada tahun 2017, ia memulai sebuah riset tentang Renewable Energy. Pada 2017 ciptaanya itu berhasil menjuarai Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Wonosobo.
.
Meskipun anak broken home, Ravi mampu membuktikan bisa berprestasi dan mandiri. Berkat kerja keras dan kemampunya membuat inovasi.
.
Ravi mengaku ibunya hanya seorang pedagang di pasar tradisional. Sementara, ayahnya sudah lama berpisah dengan ibunya, sehingga sekarang tidak hidup bersama keluarganya. Ia bertekad menjadi orang hebat dan mampu membanggakan orang tuanya, serta bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia berharap temuannya itu kelak dapat benar-benar bisa menjadi sebuah karya yang akan dipakai manusia modern lewat sebuah Start-Up teknologi.

BACA JUGA:  Generasi Qur'ani Jadi Tanggung Jawab Bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.