Pemuda deklarasikan pengawasan pemilu

WONOSOBOZONE – Ratusan Pemuda, Mahasiswa, Pelajar dan berbagai komunitas di Wonosobo kemarin (12/11) menggelar deklarasi relawan pemilu artisipatif. Aksi ini mendorong terwujudnya Pilgub Jateng 2018 dan Pemilu 2019 berlangsung bersih dan berkualitas.
Aksi ratusan anak muda Wonosobo dimulai sejak pagi. Sebelum memulai aksi , para peserta melakukan perumusan teks deklarasi mendorong terwujudnya Pemilu bersih dan berkualitas. Dibekali pemahaman tentang pemilu oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar SAKA, peserta kemudian merumuskan komitmen untuk menjadi relawan pengawas Pemilu Partisipatif.
Teks deklarasi yang dirumuskan terdiri dari 9 butur. Poin besarnya mendorong terwujudnya Pemilu Luber Jurdil serta berkualitas. Pemuda berkomitmen menjadi relawan pengawas dalm menekan pelanggaran disemua tahapan Pemilu.
Aksi deklarasi dilakukan sore. Ratusan warga melakukan long march dari depan Hotel Kresna, melewati Jalan Soekano-Hatta, kemudian memutar di Alun-Alun Wonosobo , Jalan Diponegor kemudian memubarkan diri. Sepanjang perjalanan, peserta mengusung poster ajakan kepada warga menjadi pengawas pemilu.
“Pemuda, mahasiswa dan pelajar sangat penting untuk memahami dan terlibat dalam proses pengawasan partisipatif,”ungkap Ketua Bawaslu Jateng Fajar SAKA.
Fajar menyatakan, bahwa pemuda dan pelajar merupaka pemilik masa depan Indonesia. Maka sangat penting kiprah generasi milenial terlibat aktif dalam pengawasan pemilu. Sehingga mampu menekan pelanggaran Pemilu.
“Paling tidak mereka berani menjadi pelapor pelanggaran sekaligus berani menolak aksi money politik,”katanya.
Ketua Panwslu Wonosobo Eko Fifin Haryanti menyebutkan, aksi ini bagian dari megajak masyarakat terlibat sebagai pengawas pemilu.
“kami berharap masyarakat akan banyak terlibat sebagai pengawas pemilu,”kataya.
Sumali Ibnu Chamid Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Wonosobo menegaskan, perumusan deklarasi murni lahir dari kesadaran pemuda, mahasiswa dan pelajar untuk mewujudkan pemilu bersih dan berkualitas.
“Mereka mengevaluasi Pemilu dari tahun ke tahun, kemudian mengembalikan seangat dasar Pemilu. Setelah itu lahirlah teks deklarasi,”katanya.
Upaya ini, kata Sumali, mendorong kepada generasi milenial sebagai pemilik masa depan terlibat aktif dalam penyelenggaraa Pemilu. Selain itu menekan berbagai praktik kotor dalam penyelenggaraan Pemilu. Langkah ini bagian dari pencegahan pelanggaran Pemilu.
“Kami menggugah pemuda dan masyarakat agar mengawasi semua tahapan proses pemilu dan menekan angka pelanggaran yang akan menurunkan kualitas pemilu,”pungkasnya. (ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here