Pemkab Wonosobo Komit Kembangkan Program Arboretum

Foto Wikipedia: LA Country Arboretum Garden

WONOSOBOZONE – Sejak dilaksanakannya penanaman perdana program Arboretum oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada tanggal 30 Oktober 2015 lalu, Pemkab terus berupaya untuk melakukan pembangunan program ini, termasuk didalamnya study terkait Arboretum di Cikole Bandung, yang diikuti tidak hanya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi juga dari BAPPEDA, Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang, Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Lurah Kalianget, yang wilayahnya kebetulan menjadi tempat penanaman program Arboretum, Kamis, 8 September.
Menurut Kepala Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, pembangunan Arboretum sebagai pelestarian tanaman langka, selain mempunyai tujuan perlindungan plasma nutfah, juga sebagai sarana edukasi dan wisata, yang mana area pembangunannya ada di kawasan wisata Kalianget.
Diharapkan program ini akan menjadi daya tarik kepariwisataan sendiri, dengan keterpaduan keunggulan keindahan alam, serta bagi wisatawan, penikmat air hangat dari alam, yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan dan keindahan alam, dengan koleksi tanaman langka dan sarana wisata alam, yang menjadikan pembelajaran dari keindahan alam untuk terus menjaga dan melestarikannya.
Keunggulan  wisata di Kabupaten Wonosobo sendiri, selama ini telah memberikan andil besar bagi peningkatan perekonomian, karena di dalamnya terdapat multiefek bagi kenyamaan wisatawan, baik di bidang transportasi, perdagangan, pertanian dan industri. Kelebihan dari alam, serta keunikan budaya atau tradisi, perlu dilakukan perlindungan untuk menjaganya. Hal ini berarti, adanya perubahan peradaban dan kegiatan berkehidupan  yang berbaur dengan iklim global, namun warga Wonosobo tetap berpegang dan selalu mewariskan karakter dan tradisi budaya yang ada, sehingga kehadiran tokoh agama, tokoh budaya dan tokoh masyarakat sangat memiliki andil besar di dalamnya.
Dan jika membicarakan wisata  Wonosobo, sangat berpotensi dikembangkan menjadi eco wisata, dengan budaya bertani berprespektif lingkungan untuk penyelamatan tanah dan air, sehingga bisa mengajak wisatawan ataupun menjadi paket wisata, dengan mengajak wisatawan menanam bersama pada daerah yang akan dikunjungi.
Ia menambahkan, beberapa hal yang dapat dipelajari dari Cikole, lebih pada manajemen penataan serta pemasaran. Utamanya dalam mengidentifikasi keunggulan alam lokal, seperti jurug, Gunung Galunggung, sumber mata air panas, budidaya, kawah putih dan Curug Tujuh Lekember, dalam kesatuan manajemen. desain bangunan berwawasan konservasi.
Cikole sendiri memiliki luas wilayah bawah 10 hektar, sedang wilayah atas 7 hektar, dengan peruntukan untuk bumi perkemahan, camping dan resort, serta kegiatan tambahan out bond, yang memliki sistem kemitraan MOU selama 2 tahun. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here