Pemkab Wonosobo Gelar Penilaian Lomba Inovasi Pelayanan Publik

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar penilaian Lomba Inovasi Pelayanan Publik, Rabu, 12 September, di Ruang KRT.Mangoenkoesoemo Setda. Menurut Kepala Bagian Organisasi Setda, Tri Antoro, Lomba Inovasi Pelayanan Publik digelar berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2018 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD tahun 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta memberikan apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik. Termasuk untuk memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pemberian pelayanan publik, meningkatkan citra penyelenggaraan pelayanan publik serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran inovasi.

Kriteria dalam lomba inovasi pelayanan publik kali ini adalah memiliki kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditransfer atau direplikasi serta berkelanjutan. Tahun ini lomba inovasi pelayanan publik diikuti 15 perangkat daerah serta institusi kesehatan dan pendidikan, dengan berbagai inovasi. Seperti Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan inovasi pelayanan konseling terpadu gratis. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dengan inovasi Perpuseru Bikin Kita Maju, transformasi perpustakaan desa/kelurahan berbasis inklusi sosial. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan inovasi Dewi Lestari, Program Wisata Desa Lestari. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan inovasi Si Peloker, Inovasi Pelayanan Loket Kerjasama. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik dengan inovasi Merah Putihku : Pendidikan bela negara bagi anak PAUD. Kecamatan Garung dengan inovasi Gone-Desa, pelayanan administrasi terpadu kecamatan langsung ke desa. Sekolah Perempuan Desa Gemblengan dengan inovasi sekolah perempuan, Sindoro Indah inovasi pendidikan alternatif. Bagian Pemerintahan Setda, dengan inovasi Open Data Keuangan, revolusi tata kelola data desa untuk menguatkan partisipasi dan akses warga pada pembangunan di tingkat desa. RSUD Krt Setjonegoro dengan inovasi QCC (Quality Control Cycle), tata kelola penyelenggaraan publik yang efektif, efisien dan berkinerja tinggi. Puskesmas Garung dengan inovasi kreasi gizi di Lumbung Padi, penanganan Gibur dan Girang dengan kreasi menu pemanfaatan potensi lokal. Puskesmas Leksono I dengan inovasi Pos Lanjut Usia Produktif Ceria. Puskesmas Kepil II dengan inovasi strategi nasional STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

BACA JUGA:  Menjer Expo 2015

Puskesmas Selomerto 1 dengan inovasi SMS Gateway Pendaftaran Pasien. SD Negeri 1 Garung dengan inovasi Labuba Si Ratu Dagu (Layanan Budaya Baca Bagi Siswa, Orang Tua dan Guru) serta SD Agape dengan inovasi Pelankan Asus (Pelayanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus). Untuk yang terbaik nantinya akan mewakili Wonosobo dalam ajang sejenis di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan dewan juri berasal dari unsur pemerintah, akademisi, jurnalis dan masyarakat.

Asisten Administrasi Sekda, Samsul Ma arif, menyampaikan Pemerintah Pusat telah memberlakukan kebijakan One Agency One Innovation, yaitu gerakan yang mewajibkan satu instansi meghasilkan minimal satu inovasi setiap tahunnya. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo memilih jalur kompetisi, sebagai salah satu mekanisme kerja pemerintah, untuk mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang kompetitif, sebagai hasil dari persaingan yang sehat antar instansi dan juga antar daerah, serta memenuhi persyaratan penilaian obyektif sebuah inovasi. Pihaknya menyambut baik dilaksanakannya kompetisi inovasi pelayanan publik ini, sebab bisa menjadi ajang untuk mengekspos potensi potensi dan kreatifitas Perangkat Daerah dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada para Perangkat Daerah peserta lomba inovasi pelayanan publik ini, agar dapat terus meningkatkan kinerjanya dan bisa ikut berpartisipasi ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here