Pemkab Tak Larang Paskibra Kenakan Jilbab

WONOSOBOZONE – Isu larangan berjilbab bagi pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Wonosobo disangkal Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo. Dalam arahannya kepada para anggota Paskibra yang tengah berlatih di alun-alun Kota, Jumat pagi (5/8), Wabup bahkan menegaskan pihaknya bersedia memberikan fasilitas berupa pakaian khusus bagi yang berhijab. “Kami menyayangkan munculnya isu bahwa Pemkab melarang anggota putri Paskibra untuk mengenakan Jilbab, karena dari pihak panitia seleksi sendiri tidak pernah mengeluarkan aturan tertulis mengenai hal itu,” ungkap Agus. Pemkab Wonosobo, ditegaskan Agus sangat menghormati hak perempuan untuk menutup aurat mereka dengan mengenakan Jilbab, sehingga ia berani memastikan bahwa hak yang sama juga diberikan kepada pelajar maupun pengibar bendera di Upacara peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
Kepada para anggota Paskibra, Wabup juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antar sesama pengibar bendera. “Performance dan keserasian dalam gerakan selama bertugas menjadi pasukan pengibar bendera pusaka sangat penting, mengingat moment pengibaran bendera merah putih menjadi fokus perhatian para peserta upacara,” tegas Wabup. Di pundak para anggota Paskibra, menurut Wabup tersemat kepercayaan dan kehormatan, sehingga selayaknya mereka menjaganya sepenuh hati, jiwa dan raga. “Sekali lagi, soal Jilbab ini kami tegaskan kepada para anggota, bagi yang ingin mengenakan saya siap kan fasilitas, baik untuk sarana latihan maupun seragam pada waktu pengibaran bendera,” pungkas Wabup.
Munculnya isu larangan berjilbab bagi para anggota Paskibra, dijelaskan Kasubbag Kesra Bagian Sosial dan Kesra Setda, Isnanto berawal dari media sosial. “Ada pesan singkat dari wali siswa yang ditujukan kepada Bupati dan Sekda bahwa anak nya dilarang mengenakan hijab sehingga mundur dari keanggotaan Paskibra 2016,” jelas Isnanto. Pihaknya pun kemudian langsung menjelaskan kepada Bupati maupun Sekda bahwa pesan yang juga beredar di Media sosial tersebut tidak benar. Pihaknya selaku bagian dari panitia seleksi Paskibra bersama Dikbudpora dan Kodim 0707 juga tak pernah mencoret siswi yang mengenakan hijab sebagai anggota Paskibra. “Ada 33 anggota, terdiri dari 22 putri dan 11 putra di Paskibra 2016, dan mereka memang secara ikhlas bersedia tidak berhijab selama proses latihan sampai kelak bertugas sebagai pengibar bendera dalam Upacara HUT RI,” pungkas Isnanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here