Pemkab Magelang Tutup Sementara River Tubing, Setelah Insiden 4 Wisawatan Tewas Tersapu Banjir

MAGELANG – Wisata Tubing Little Ubud yang ada di Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, ditutup sementara oleh Pemkab Magelang hingga batas waktu tak ditentukan setelah kejadian kecelakaan wisatawan hanyut saat tubing, Kamis (13/3/2019)

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, penutupan tempat wisata river tubing ini imbas dari kecelakaan wisata tubing yang menewaskan empat orang wisatawan di Magelang

“Atas perintah Bupati, kita sampaikan surat edaran bahwa per hari Kamis (14/3/2019) ini, seluruh river tubing yang ada di Magelang ditutup, sampai dengan waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu waktu untuk evaluasinya,” ujar Iwan.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan kepada seluruh operator tubing setelah kejadian kemarin, beberapa yang akan dievaluasi adalah sumber daya manusia, peralatan dan kelayakan sarana prasarana wisata.

Karakter sungai dan mitigasi potensi bencana dari banjirbanjir bandang, tanah longsor juga dipetakan.

“Kita perlu mengenali karakter sungai, dan mitigasi potensi bencana banjirbanjirbandang, tanah longsor dan sebagainya, dengan menjaga daerah aliran sungai, melakukan pembersihan sungai, drainase, saluran air di wilayah masing-masing, Kami sedang lakukan evaluasi,” kata Iwan.

Terkait dengan perixinan dari operator wisata river tubing di Magelang, Iwan sedang memeriksa perizinannya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sementara itu, Pengawas Bumdes Amanah yang membawahi wisata tubing Little Ubud di Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Magelang, Sri Hardono, menuturkan, Little Ubud sendiri sudah mengajukan izin untuk wisata tubing dari pihak desa, kemudian camat, polsek, dan ditindaklanjuti oleh dinas, tetapi suratnya belum turun dan masih dalam proses.

“Kalau Singgono sendiri sudah ada izinnya,Perizinan tubing ini sekarang masih dalam proses,” kata Hardono yang juga menjabat Sekretaris Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo tersebut.

BACA JUGA:  Kisah Haru Pasangan Buruh Gendong di Banjarnegara Akhirnya Naik Haji

Untuk operasional wisata tubing sendiri diklaimnya sudah sesuai SOP. Namun kejadian kecelekaan yang terjadi kemarin adalah kejadian yang tak terduga. Informasi soal hujan deras dari atas telah diterima operator, tetapi air datang begitu cepat dan deras, hingga menghanyutkan para wisatawan saat itu.

Artikel dikutip dari tribunnews.com Penulis Rendika / sugiyarto
http://m.tribunnews.com/regional/2019/03/14/setelah-insiden-4-wisawatan-tewas-tersapu-banjir-pemkab-magelang-tutup-sementara-river-tubing?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.