Pemerintah Tetapkan Pupuk Sebagai Barang Penting

WONOSOBOZONE – Hampir semua komoditi yang beredar di pasaran menjelang lebaran dipastikan naik. Hal ini disebabkan, bukan saja karena pasokan kurang melainkan faktor psikologis pedagang.
Ketika kita tanya misalnya pedagang cangkul, kenapa harga cangkul sekarang naik, jawabnya pasti karena ikut lebaran maka sekali-kali ikut naik. Itulah salah satu fonemena, yang mana momen lebaran selalu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menaikan harga komoditi.
Untuk mengantisipasi kenaikan berbagai harga komoditi, maka Pemerintah melakukan pemantauan terhadap keamanan produk, baik aman dari segi stok maupun aman dari segi kandungan bahan berbahaya.
Selain itu, Pemerintah mengatur terhadap komoditi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Salah satunya adalah Pupuk, yang mana pupuk sekarang ini merupakan Barang Penting dari 7 jenis yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Hal ini diungkapkan Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen Kantor Perindag, Oman Yanto, di kantornya Senin, 4 Juli.
Selain Barang Penting yang ditetapakan lainnya, benih, gas elpiji 3 kg, triplek, semen, besi baja konstruksi dan baja ringan, pupuk merupakan salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah. Untuk itu, yang menjadi pantauan Pemerintah, selain barang kebutuhan pokok, juga Barang Penting.
Terkait hal ini, Kantor Perindag juga melakukan pemantauan di gudang penyangga Lini 3 milik Produsen PT. Pupuk Sriwijaya Palembang di Sawangan. PT. Pusri sendiri sejak Maret 2016 ini, telah membuka kembali gudang dengan ukuran 50 x 75 meter persegi, berkapasitas penyimpanan 1,5 ton pupuk, yang sebelumnya vakum karena masa konstraknya habis. Hasil Pengecekan di Gudang tersedia sekitar 1.300 ton dalam rangka persiapan menjelang dan pasca lebaran jika petani membutuhkan pupuk.
Selain itu pihaknya juga melakukan pengecekan di Gudang Penyangga Lini 3 milik PT. Petrokimia Gresik di Selokromo, yang mana disini tersedia pupuk sekitar 930 ton dari berbagai jenis seperti NPK, ZA, SP-36 dan Petroganik.
Oman berharap petani tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan pupuk karena terganggu masa lebaran, sebab stok pupuk sebagai Barang Penting di Wonosobo dalam kondisi cukup tersedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here