Pembukaan Musabaqoh dan Seleksi Tilawatil Qur’an

WONOSOBOZONE. Bertempat di Pendopo Bupati, Selasa (10/10) Lomba MTQ Pelajar XXXII Tingkat Kabupaten Wonosobo dibuka secara resmi oleh Bupati Eko Purnomo. Dengan diikuti oleh 240 peserta.

Eko menyambut baik dan merasa bangga, serta menyampaikan penghargaan kepada penyelenggara, yang telah menunjukkan besarnya komitmen terhadap pembangunan etika moral spiritual dan mendukung Gerakan Revolusi Mental sebagai pondasi dalam membangun karakter masyarakat Wonosobo, khususnya generasi muda, sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.

Menurutnya, MTQ merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan kepada Al Qur’an. Oleh karena itu dia mengajak untuk selayaknya lestarikan dan senantiasa dibudayakan ditengah masyarakat. “Biasakanlah untuk belajar dan mempelajari isi kandungan Al Qur’an. Apalagi bagi pelajar, saya yakin bahwa mempelajari Al Qur’an akan membawa pencerahan hidup pada masa yang akan datang”, katanya.

Para pelajar dan para generasi muda yang gemar mempelajari Al Qur’an, niscaya tidak akan mengalami kegamangan menghadapi hidup yang akan datang. Sebaliknya akan mempunyai sikap optimis, karena yakin bahwa manusia itu hanya bisa berusaha, dan Allah yang menentukan. Allah menciptakan manusia dan makhluk-makhluk yang lain, maka Allah telah menyediakan segala yang diperlukan. Semakin dekat kepada Allah, maka akan memperoleh rizki yang lebih banyak. Demikian pula dengan mempelajari Al Quran, yang diawali dengan membaca ayat-ayat Allah, maka manusia akan mempunyai sandaran kepada Allah, setiap persoalan dan kesulitan hidup akan diserahkan kepada Allah dan meminta pertolongan kepada Allah.

Di samping itu, melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an Pelajar ini dapat dijadikan sebagai pijakan bersama untuk menciptakan generasi yang modern, beradab, ber-ahhlakul karimah, serta menciptakan pemuda-pemudi calon pemimpin yang berkualitas dan kaafah.

Sementara menurut Ketua Panitia Penyelenggara yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Wonosobo M. Thobiq, menjelaskan kegiatan ini di didasari oleh SKP Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 1977 dan Menteri Agama No 151 Tahun 1977 tentang pembentukan lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an, SKB Mendagri No 128 Tahun 2008 dan Menteri Agama No. 44A Tahun 2008 tentang Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al Qur’an bagi Umat Islam dalam rangka Peningkatan, Penghayatan dan Pengamalan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Serta adanya Surat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah No 59/LPTQ-PROV/VII/2018 tentang Ketentuan Pokok MTQ Pelajar ke XIII dan MTQ Umum ke XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.

BACA JUGA:  Di Banyumas, Gerakan Coblos Baju Putih Diviralkan

Thobiq menambahkan, peserta yang berhak mengikuti lomba MTQ Pelajar tingkat Kabupaten tersebut adalah juara satu atau yang terbaik dari hasil seleksi tingkat Kecamatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Dilihat dalam angka jumlah peserta terhitung 16 peserta dikalikan 15 kecamatan, jadi total peserta yang mengikuti lomba tersebut sebanyak 240 orang pelajar.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, mendorong semangat bagi generasi muda khususnya pelajar dalam memahami dan menghayati dan mengamalkan isi kandungan Kitab Suci Al Qur’an serta memperkokoh semangat ukuwah islamiah diantara pelajar, serta dalam rangka mendapatkan generasi bibit unggul, qori’ qori’ah, murotil murotilah dan hafidz hafidzoh untuk maju ke even tingkat Provinsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here