Pembangunan Wonosobo Kedepan Harus Tetap Perhatikan Nilai Keislaman

Bupati dan Wabup beserta jajaran FKPD dan pimpinan OPD Wonosobo berziarah ke makam KRT Setjonegoro

WONOSOBOZONE – Pembangunan
Kabupaten Wonosobo selama era kepemimpinan Bupati HA Kholiq Arif selama 10
Tahun terakhir dinilai sukses mempertahankan ciri khas dan nuansa keislaman,
serta mencerminkan karakter masyarakat yang religius. Ke depan, seiring dengan
akan bergantinya pimpinan daerah, nuansa keislaman tersebut diharapkan tetap
terjaga, demi meneguhkan komitmen masyarakat untuk tetap berpegang pada
nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan mereka.
Harapan mulia
tersebut disampaikan KH Amin Ridho dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten
Wonosobo, sebelum memimpin doa untuk arwah Bupati Pertama Wonosobo, Kanjeng
Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, di Dusun Kauman, Desa Payaman, Kecamatan
Secang, Magelang, Selasa (7/7). “Kami mengamati, bahwa para pendiri Kabupaten
Wonosobo, temasuk Bupati Pertama, yaitu Mohamad Ngarpah, atau lebih dikenal
dengan KRT Setjonegoro mengawali pembangunan daerah dengan mengedapankan
prinsip dan cirri khas Islam”, ungkap KH Amin Ridho. Kekhasan tersebut,
dikatakan ulama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IPHI Wonosobo itu, dapat
dilihat dari jalur utama jalan Kota, yang membujur dari alun-alun sampai
perbatasan di Sawangan di mana semua poros jalannya menghadap kiblat. Hal itu
menurut Amin benar-benar hanya ada di Wonosobo, karena sangat jarang dijumpai
di daerah lain.
Harapan terkait
pembangunan Kabupaten Wonosobo di masa depan tersebut mendapat sambutan positif
dari Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif. Seusai ziarah dan tabur bunga di makam
KRT Setjonegoro dan Nyi Ajeng Tumenggung Setjonegoro, Bupati mengatakan, bahwa
semangat membangun Wonosobo memang tak dapat dilepaskan dari upaya memberikan
apresiasi dan penghargaan kepada para pendirinya. “Ziarah makam para tokoh dan
pendiri Wonosobo yang rutin kita gelar setiap menjelang Hari Jadi juga
merupakan salah satu upaya agar semua jajaran di lingkup birokrasi Pemkab
beserta unsur Legislatif dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), memahami
bagaimana perjuangan membangun Kabupaten Wonosobo”, jelas Kholiq. Karena
itulah, Kholiq mengakui apa yang disampaikan KH Amin Ridho layak untuk menjadi
perhatian dan pertimbangan bagi arah pembangunan Wonosobo di masa mendatang.
BACA JUGA:  2500 Bibit Ikan disebar di Sungai Serayu Kejiwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here