Pembangunan Padepokan Seni Candiyasan Dimulai


Kepala Pariwisata, Kades, Perangkat Desa Candiyasan beserta warga foto bersama setelah acara peletakan batu pertama

WONOSOBOZONE – Mimpi warga desa Candiyasan, Kertek untuk bisa beraktifitas menyalurkan bakat seni mereka di wahana yang representatif, tak lama lagi bakal terwujud. Sebuah padepokan seni, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berlatih dan unjuk kemampuan beragam kesenian khas Wonosobo, tengah dirintis pembangunannya.

“Pendirian padepokan seni ini, memang sudah menjadi kesepakatan warga, sehingga kami di jajaran pemerintahan desa bersama BPD berupaya untuk mewujudkannya,” jelas Ny Wasilah, Kepala Desa Candiyasan, saat ditemui seusai acara peletakan batu pertama, pembangunan Padepokan Seni, Minggu (4/9).


Kepala Pariwisata Wonosobo saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan padepokan seni dan budaya desa Candiyasan

Demi memenuhi keinginan warga pula, Wasilah kemudian menyepakati penggunaan lahan kas desa seluas 3.200 meter persegi, yang terletak di pinggir jalan utama Wonosobo-Semarang. Ia berharap, nantinya melalui padepokan yang akan dibangun dengan menggunakan dana awal sebesar 25 juta rupiah dari hasil swadaya masyarakat tersebut akan memiliki imbas positif lain.

“Dengan semakin maraknya kegiatan berkesenian warga masyarakat Candiyasan, saya juga berharap geliat perekonomian desa semakin kuat, sehingga keberadaan sanggar seni ini juga mampu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” lanjut Wasilah.

Ia mengakui keinginan mendirikan sebuah padepokan seni juga terinspirasi padepokan serupa di Kota Bandung, yang kini berhasil menarik kunjungan wisatawan dan mendatangkan keuntungan ekonomi untuk warga di sekitar nya.

“Jadi nantinya di padepokan ini secara rutin juga akan digelar beragam jenis kesenian khas seperti Kuda lumping, mursi, bangilun, gambus widodaren, waro, dan lengger, serta sendratari hasil kreasi warga,” bebernya.

Kesiapan warga Candiyasan untuk mendukung terwujudnya cita-cita mendirikan padepokan seni juga disampaikan Ketua BPD, Muhadi. Menurutnya, selama ini memang banyak warga, khususnya anak-anak dan para remaja yang menunjukkan bakat berkesenian.

“Bahkan beberapa dari mereka sudah tampil di tingkat Provinsi dan meraih prestasi membanggakan,” ungkap Muhadi.

Dengan adanya antusiasme warga untuk berkesenian tersebut, Muhadi mengaku sangat mendukung inisiatif untuk pendirian padepokan yang representatif.

“Mengenai anggarannya, kami akan memanfaatkan dana transfer desa, dan juga kami berharap akan ada dukungan dana dari Pemkab maupun Pemerintah Provinsi,” tutur Muhadi.

Menanggapi upaya warga Candiyasan untuk membangun padepokan seni, Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo mengaku sangat mendukung. Hal itu, menurut Agus sejalan dengan upaya pihaknya yang selama ini gencar mendorong agar desa-desa di Wonosobo mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Potensi kreatifitas berkesenian warga juga bakal memberikan kontribusi sangat positif bagi pemberdayaan ekonomi desa, sehingga usah untuk mewadahi dalam media berupa padepokan seni ini kami nilai sangat luar biasa,” ungkap Agus seusai didapuk untuk melegakan batu pertama bangunan padepokan.

Selain memiliki potensi seni yang layak dipertunjukkan kepada para wisatawan, Agus juga menyebut Candiyasan secara geografis sangat mendukung. “Udaranya masih segar dan karena desa ini terletak di ketinggian lereng Sindoro, tentu panorama alamnya juga bisa ditawarkan kepada para wisatawan,” pungkas Agus.


Warga beserta Kepala Pariwisata melakukan syukuran dan doa bersama sebelum sesi peletakan batu pertama.

Oleh : Danang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here