Pembangunan Infrastruktur Melimpah, Yogyakarta Kian Layak Dijadikan Tujuan Investasi Hunian!

WONOSOBOZONE – Terus berkembang, Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta seakan tak pernah kehilangan momen untuk membuat roda perekonomiannya lesu sedikit pun. Apalagi belakangan ini provinsi tersebut tengah diguyur banyak sekali proyek – proyek infrastruktur utama. Lama dikenal sebagai kota para pelajar dan sebagai salah satu destinasi utama pariwisata di Pulau Jawa karena keindahan pemandangan serta kearifan budaya, kini Yogya seakan kian melebarkan sayapnya juga makin mengukuhkan diri menjadi wilayah tujuan investasi terutama properti.

Setelah proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akhirnya mulai beroperasi di bulan April 2019, seiring dengan resmi operasinya bandara baru tersebut maka underpass terpanjang Indonesia yang menghubungkan antara Purwokerto dengan Yogyakarta juga semakin dikebut agar mencapai target pengoperasian. Panjang total underpass tersebut ialah 1.302 meter, progressnya kini mencapai angka 22,94%.

Selain itu, sejumlah pembangunan infrastruktur utama lain seperti Jalan Tol Solo – Yogya pun direncanakan bakal memasuki tahap finishing di tahun 2020 mendatang. Proyek prestisius Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dipersiapkan buat memangkas waktu tempuh NYIA ke wilayah Gunung Kidul pun bakal menggenjot tingkat pertumbuhan penanaman modal. Terlebih, kedepannya JLS bakal menghubungkan Merak – Banten hingga Banyuwangi – Jawa Timur jadi sudah bisa diperkirakan seberapa besar keberadaan akses itu bakal mempengaruhi pembangunan rumah tinggal.

Apabila melihat proyek – proyek tersebut, maka memang tak perlu heran apabila kini Yogya memang sedang mendapat perhatian dari banyak pihak dan juga sedang memiliki banyak sekali jumlah pembangunan proyek jual beli landed house baru. Sebab memang sudah menjadi hukum alam apabila suatu daerah makin maju maka bakal makin banyak orang datang plus harga jual beli landed house pun semakin tinggi. Harga tanah dijual pun ikut meningkat, sementara persediaannya makin menipis.

BACA JUGA:  Zona Merah Deandles Berubah Layaknya Tol di Era Ganjar

Dalam tiga tahun terakhir, memang ditemukan pertambahan jumlah pembangunan rumah dijual di Yogyakarta. Plus ditemukan pula kenaikan harga rumah dijual di Yogyakarta yang menembus angka fantastis, yakni 20%. Sehingga berakibat pada jual beli rumah murah sudah mulai sulit ditemui di tengah kota. Pengembang landed house murah buat diperjualbelikan di provinsi ini sekarang bergeser ke area pinggiran seperti Kaliurang serta Sleman untuk meraup pembeli dari kalangan kelas menengah.

Didukung oleh image Yogya sebagai wilayah yang tenang, rumah dijual di Yogyakarta diprediksi bakal terus laku sebab sebelum booming perekonomian pun, banyak pula orang yang memilih provinsi tersebut sebagai tempat bermukim setelah pensiun. Pemandangan cantik, udara bersih, kota yang tenang dianggap cocok untuk para orang tua. Setelah perkembangan ekonomi menjadi semakin nyata disini, return of investment atau balik modal investasi rumah dijual Yogyakarta murah kian terkerek.

Bahkan, secara statistik ada data yang mengatakan bahwa saat ini jumlah pembeli rumah dijual di Yogyakarta 70 persennya ialah pembeli dari luar daerah sementara pembeli dari dalam wilayah hanya sekitar 30 persen saja. Sebagian dari rumah dijual Yogyakarta itu dibeli dengan tujuan disewakan kembali sebab peluang mendapatkan keuntungan dari bisnis pendapatan pasif itu juga terbuka dengan sangat lebar.

Tertarik buat segera beli rumah dijual Yogyakarta juga buat dijadikan aset investasi Anda selanjutnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.