Pelatihan Penanganan Penderita Gangguan Jiwa

WONOSOBOZONE – Pemkab melalui Bagian Sosial dan Kesra Setda bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Bagian Binmas Polres Wonosobo menggelar pelatihan penanganan penderita gangguan jiwa masyarakat, Senin, 23 November di RM Resto Ongklok Wonosobo.
Menurut Kepala Bagian Sosial dan Kesra Setda Wonosobo, Eko Suryantoro, kegiatan yang diikuti puluhan bidan desa dan tenaga kesehatan puskesmas se Wonosobo serta perwakilan TKSK se Kabupaten Wonosobo ini untuk menginventarisir penderita gangguan jiwa di Wonosobo. “Memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita kesehatan jiwa, memberikan pemahaman kepada keluarga yang anggotanya mengalami gangguan jiwa dan meminimalkan anggapan dan diskriminasi terhadap orang-orang yang mengidap penyakit jiwa”, Tegas Eko.
Sementara, pada saat membuka pelatihan, Asisten Pembangunan Sekda, Amin Suradi, menyampaikan masalah kesehatan jiwa yang menjadi persoalan yang kompleks dan menyangkut seluruh aspek kehidupan serta bersifat multi dimensi, sehingga penanganannya-pun tidak dapat diatangani secara parsial. Dalam penanganan penderita gangguan jiwa harus komperhensif, terpadu dan berkesinambungan yang melibatkan integrasi antar wilayah, serta sinergitas antara pelaku, sekaligus mengatasi distorsi sosial dari sebagian masyarakat kita terkait dengan sikap sehubungan dengan masalah kesehatan jiwa”, ungkap Amin.
Amin juga manembahkan, UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan, pada pasal 24 juga mengamanatkan, upaya kesehatan jiwa diselenggarakan untuk mewujudkan jiwa yang sehat secara optimal, baik intelektual maupun emosional. “Dalam konteks otonomi daerah, masalah kesehatan jiwa ikut mewarnai penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang mana masalah kesehatan jiwa menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh stakeholders baik pemerintah, swasta maupun masyarakat”, Imbuh Amin.
Untuk itu pihaknya berharap melalui pelatihan penanganan gangguan jiwa kali ini, bisa meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa, serta bisa terbangunnya sistem koordinasi yang terpadu dalam penanganan penderita gangguan jiwa. (Ard)
Ilustrasi Web

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here