Pelaku Wisata Dieng Keluhkan Pemandu Liar

WONOSOBOZONE – Para pelaku usaha wisata yang tergabung dalam kelompok sadar wisata Desa Sembungan, Kejajar menumpahkan uneg-uneg mereka kepada Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang berkunjung selaku narasumber dalam acara pembinaan Pokdarwis di Balai Desa setempat,  Selasa (11/10). Sebagian besar dari pelaku industri pariwisata di desa tertinggi di Pulau Jawa itu mengaku usaha mereka kurang optimal perkembangannya lantaran adanya praktek pemandu liar. Para pemandu tanpa identitas jelas tersebut, menurut beberapa pedagang juga sering mengarahkan wisatawan untuk tak menyambangi dagangan mereka, sehingga menimbulkan kerugian cukup signifikan.
“Adanya praktik pemandu wisata liar juga membuat para pemandu lokal yang telah bersertifikat tak berdaya, lantaran mata pencahariannya diambil alih secara sepihak,” tutur Khatminah, anggota Pokdarwis Bima yang mengaku sangat mengandalkan sektor wisata sebagai gantungan hidup keluarganya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten, melalui Kantor Parekraf bersikap lebih tegas terhadap praktek pemandu liar, serta mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kapasitas para pelaku wisata, termasuk bagi pemandu lokal, melalui pelatihan – pelatihan kepariwisataan.
Pentingnya peningkatan kapasitas para pelaku wisata di Sembungan, menurut Tafrihan, selaku Ketua LSM Bhineka memang sudah selayaknya menjadi perhatian pemerintah Kabupaten. Selain perlu pelatihan-pelatihan seperti pelatihan bahasa Inggris, Tafrihan menilai Pemkab juga perlu memperbaiki kelembagaan dan administrasi dalam tata kelola pariwisata di kawasan Dieng, termasuk Sembungan. “Tata kelola kelembagaan juga termasuk bagaimana memperbaiki pola koordinasi antar Pokdarwis, maupun antara Pokdarwis dengan unsur Dinas maupun Instansi terkait di Pemkab,” lanjut Tafrihan. Ia berharap, melalui acara pembinaan seperti yang dilakukan Kantor Parekraf, upaya perbaikan sektor Pariwisata, khususnya di Sembungan akan lebih fokus, sehingga ke depan warga masyarakat benar-benar merasakan manfaat positif dari berkah alamnya yang luar biasa.
Menanggapi beragam keluhan dan saran dari para pelaku wisata yang tergabung dalam beberapa Pokdarwis, Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo mengaku sangat bisa memahaminya. “Kendala-kendala yang muncul dalam sektor Pariwisata di Wonosobo, termasuk kurang paham nya para pelaku usaha wisata terhadap sapta pesona, serta masih adanya praktek pungutan tiket di luar tiket resmi memang menjadi perhatian kami, sehingga secara rutin kami menggelar pembinaan,” terang Agus. Untuk upaya peningkatan kapasitas SDM pelaku wisata, Agus juga mengaku ia dan jajarannya akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here