Pelaku Wisata  Dieng Diminta Tak Gunakan Aji Mumpung

WONOSOBOZONE – Masuknya kawasan Dieng sebagai satu di antara empat kawasan wisata strategis Jawa Tengah bersama Sangiran, Borobudur dan Karimunjawa, sesuai Perda Prov Nomor 10 Tahun 2012, menuntut adanya kesadaran secara menyeluruh. Tak hanya untuk 2 Pemerintah Kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara yang mesti sinergis dalam mengupayakan pengelolaan Dieng, para pelaku industri wisata pun dituntut berperan lebih aktif mewujudkan Dieng sebagai daya tarik wisata (DTW) unggulan berkelas Internasional. “Pelaku wisata, termasuk pemandu, pedagang, hingga pengelola hotel maupun homestay jangan sampai menggunakan aji mumpung, dengan memberlakukan tarif maupun harga seenaknya sendiri, sehingga wisatawan merasa dirugikan,” pinta Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo di depan 50 orang pelaku wisata yang tengah menjadi peserta pembekalan SDM Bidang Pariwisata, Hotel Surya Asia, Senin (30/5).
Pelaku usaha wisata, dikatakan Agus merupakan pilar penting dalam mewujudkan cita-cita menjadikan kawasan Dieng sebagai destinasi unggulan. “Tak hanya di lingkup Jawa Tengah, Dieng ini bahkan berpotensi tampil sebagai daya tarik wisata unggulan Nasional, karena minat turis mancanegara pun dari waktu ke waktu semakin meningkat,” lanjut Agus. Terlebih, menurut mantan Kabag Humas Setda tersebut, Dieng kini juga tengah dibidik para ahli Geologi untuk dijadikan sebagai Geopark, alias taman bumi kelas dunia. Dengan segala potensi dan kelebihan yang dimiliki itulah, Agus berharap para pelaku wisata yang banyak berkecimpung di kawasan Dieng agar benar-benar mempersiapkan diri. Pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah, menurut Agus berkomitmen penuh dalam penataan Dieng. “Pak Gubernur Jawa Tengah bahkan  menegaskan agar infrastruktur pendukung, seperti jalan raya di Dieng harus mulus tanpa lubang,” tandas Agus. Pelaku  wisata, selain dituntut memiliki pemahaman yang terhadap kepariwisataan, menurutnya perlu menjadi inisiator kebersihan di kawasan objek wisata. “Banyak sampah yang mengotori objek wisata kita khawatirkan bakal mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Dieng,” tutup Agus.
Keinginan Agus agar pelaku wisata Dieng bersedia mendukung langkah pemerintah dalam penataan Dieng, sejalan dengan imbauan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah,  Prasetyo Aribowo. Dalam sambutannya, Prasetyo meminta agar melalui pelatihan selama 3 hari tersebut, 50 pelaku wisata, 25 dari Wonosobo dan 25 orang lagi dari Banjarnegara, bersedia meningkatkan kualitas dan pemahaman tentang kepariwisataan, sehingga sesuai dengan ekspektasi (harapan) para wisatawan. Pelaku wisata, terutama yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari kedua Kabupaten, juga diminta untuk intensif menjalin jejaring komunikasi. Meningkatnya kesadaran dan Sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, khususnya di kawasan Dieng, diyakini akan mampu mendongkrak kesejahteraan warga masyarakat, serta mempercepat terwujudnya Dieng sebagai daya tarik wisata unggulan Nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here