Pelajar Menikmati Ujian Nasional Berbasis Komputer

WONOSOBOZONE – Siswa-siswi di 3 sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mengaku lebih nyaman mengerjakan soal-soal yang tersaji di layar monitor. Selain minim kesalahan elementer seperti lembar jawaban rusak karena terlalu keras ditekan pensil, UNBK dinilai lebih efisien. “Identitas peserta cukup diisi sekali saja ketika log in ke komputer menggunakan username dan password yang disediakan sekolah,” kata Intan, siswi Kelas XII Administrasi perkantoran SMK Negeri 1, ketika bersama 3 temannya ditanya mengenai kesan mereka setelah ujian oleh Bupati Wonosobo, Eko Purnomo seusai ujian hari pertama, Senin (4/4).
Kekhawatiran mengenai kesalahan melingkari jawaban, seperti halnya pada ujian menggunakan lembar jawab konvensional, disebut Intan juga tak lagi muncul. “Jawaban  tinggal diklik, dan apabila akan diperbaiki juga lebih mudah, sehingga tak memakan waktu,” tambahnya. Dengan waktu yang disediakan mencapai 120 menit untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Intan menyebut rata-rata peserta ujian di SMK 1 memang selesai di menit ke 100. “Optimisme untuk meraih hasil lebih baik juga muncul, mengingat persiapan untuk UNBK sudah kami jalani sejak awal semester kedua ini,” terang Intan.
Mulai diterapkannya UNBK untuk jenjang SMA/SMK pada tahun ini, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Samsul Maarif memang membawa berbagai keuntungan bila dibanding dengan paper based test alias ujian berbasis lembar kertas. “UNBK memimalisir kertas, sehingga jelas lebih hemat, juga terkait pengamanan, soal-soal yang tersedia secara online jelas tak memerlukan pengawalan ketat karena tersimpan di server data,” ungkap Samsul.
Kelebihan lain  UNBK, menurut Samsul terletak pada minimnya kecurangan oleh para peserta ujian. “Perbedaan username secara otomatis akan membedakan isi soal, sehingga peserta tidak akan bisa berbagi jawaban, bahkan dengan teman di sampingnya,” jelas Samsul. Hal itu, dikatakan Samsul akan meningkatkan integritas dan kejujuran siswa, serta lebih percaya dengan kemampuan diri sendiri.
Dari 6.365 peserta UN jenjang SMA/SMK sederajat, Samsul mengatakan ada 1.050 siswa di 3 sekolah yang mengikuti ujian berbasis komputer. “Baru 3 sekolah yang siap ujian Computer Based Test (CBT), yaitu SMA N 1, SMK N 1 dan SMA Muhamadiyah Wonosobo,” beber Samsul.
Melihat kondusifnya pelaksanaan UNBK di SMA N 1 dan SMK N 1 Wonosobo, Bupati Eko Purnomo mengungkapkan rasa syukurnya. Kesiapan para siswa dalam menghadapi soal-soal secara online, dikatakan Bupati layak mendapat apresiasi. “UNBK juga menjadi salah satu bukti kesiapan kita untuk mengphadapi era teknologi informasi, sehingga kalau Tahun lalu belum bisa digelar, lalu tahun ini ada 3 sekolah, maka saya berharap di tahun depan semakin banyak sekolah yang siap melaksanakan UN berbasis komputer,” ungkap Eko.
Namun demikian, dibalik sisi positif UNBK, Eko juga mengingatkan agar pihak sekolah maupun Dikbudpora selaku penyelenggara mengantisipasi beberapa hal yang berpotensi menjadi kendala. “Listrik dan jaringan harus prima, jangan sampai di tengah pelaksanaan ujian terjadi mati listrik atau kendala pada jaringannya,” pinta Eko pada Kepala Sekolah SMK N 1 dan Kadikbudpora, sebelum mengakhiri tinjauan di SMA 1, SMA 2, dan SMK N 1 Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here