PEKEN LEPEN TRAJI, WISATA BARU DI TEMANGGUNG.

TEMANGGUNG – Untuk meningkatkan perekonomian warga, Pengurus Desa Wisata Traji Parakan membuat pasar digital yang diberi nama Peken Lepen desa Traji. Wisata baru itu telah dibuka kemarin tanggal 22 malam minggu dan tanggal 23 pagi adalah pembukaan peresmiannya. Selanjutnya peken lepen akan dibuka setiap dua minggu sekali pada hari minggu pahing dan minggu legi terhitung mulai kemarin.

Menurut pihak pengelola, diberinya nama peken lepen atau dalam bahasa Indonesia disebut “pasar sungai” karena memang lokasi keberadaannya berada di samping sungai yang bernama sungai traji. Selain itu Peken Lepen juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat sekitar agar sadar wisata dan sadar akan potensi yang dimiliki. Karena sebelumnya lokasi yang kini menjadi wisata baru itu tidak terawat dan hanya memanfaatkan air traji sebagai kolam renang, kolam ikan dan irigasi pertanian.

“Kita punya tempat wisata dengan lokasi yang bagus namun tak terawat jadi kami pengurus desa wisata berinisiatif untuk mengkonsep peken lepen itu,” ungkap salah satu pengetus desa wisata Traji.

Pihak pengelola pun berharap peken lepen dapat menjadi tempat untuk berkumpul positif dan belajar disiplin dalam mentaati peraturan seperti buang sampah pada tempatnya dan tidak sembarangan merokok. “Intinya melalui peken lepen ini, kita mau coba untuk sosialisasi Sapta Pesona,” tambahnya.

Sementara pengurus lain Gladia Candra Puspita menambahkan melalui peken lepen, potensi-potensi desa dapat terangkat. Ia menyebut Desa traji memiliki banyak potensi seperti kuliner, banyak Ibu-ibu sekitar yang pandai memasak mengolah makanan tradisional berbahan singkong, bahkan ada yang sampai mewakili Temanggung pada ajang kuliner nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain kuliner, lanjut Gladia juga banyak kesenian seperti tari gambyong, kuda lumping, warok, musik kroncong, musik akustik dan kesenian lainnya. “Kerajinan keranjang tembakau yang dipamerkan di pasar kemarin juga karya warga traji,” terang Gladia.

BACA JUGA:  MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU, PEMKOT MAGELANG BANGUN 4 POSPAM DILENGKAPI CCTV

Lebih lanjut Ia menjelaskan melalui peken lepen diharapkan juga dapat menjadi media untuk melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang sudah mulai ditinggalkan.

“Semoga semua masyarakat Traji mendukung dan nyengkuyung bareng peken lepen ini,” terangnya. Ke depan Gladia mengaku pihaknya juga akan mengandeng Genpi agar konsep peken lepen bisa lebih matang seperti pasar-pasar digital lainnya.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.