Paskibra Wonosobo Berhijab, Tak Ganggu Kekompakan

WONOSOBOZONE – Sempat menjadi polemik, persoalan hijab bagi anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Wonosobo akhirnya terjawab tuntas, saat mereka menunaikan tugasnya mengawal dan mengibarkan sang Saka Merah Putih dalam Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, Rabu (17/8). Beberapa anggota Paskibra putri tampak mengenakan hijab, bahkan dua pembawa baki bendera pun terlihat berhijab. Tidak tampak ada kecanggungan maupun disharmoni gerakan atau performa ketika 33 anggota regu Paskibra berjalan tegap memasuki alun-alun Kota sebagai lokasi upacara, hingga pada saat mereka mengibarkan bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pembina Paskibra yang juga Kasubbag Kesejahteraan Rakyat Bagian Sosial dan Kesra Setda, Isnanto menjelaskan bahwa anggota putri yang memang awalnya berhijab dan menginginkan untuk tetap mengenakan Jilbab saat bertugas telah difasilitasi pemerintah. “Mereka yang ingin berhijab diperbolehkan dan bahkan kami, sebagaimana telah diminta oleh Bapak Wakil Bupati Wonosobo, justru memberikan fasilitasnya,” terang Isnanto. Apa yang terlihat pada saat upacara pengibaran bendera tersebut, menurutnya juga sekaligus untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat luas, bahwa Pemkab Wonosobo, maupun panitia seleksi Paskibra tidak pernah melarang personel Paskibra untuk berhijab. Ke depan, Isnanto berharap agar ke depan hal yang sama tak terjadi lagi.
Bagi warga masyarakat, adanya paskibra yang mengenakan hijab justru menjadi apresiasi tersendiri. Kebanyakan warga berpendapat petugas berhijab juga terlihat lebih feminin dan tak lantas berbeda dari yang lain. “Pakaian yang dikenakan cukup tertutup, hanya roknya masih pendek, kalau memungkinkan diganti saja dengan celana panjang,” usul Giri Aryanto (40), warga Selomerto yang mengaku sengaja datang ke alun-alun untuk menyaksikan upacara dan berbagai hiburan berupa pentas tari dan kesenian khas Wonosobo.
Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo saat ditemui seusai upacara juga mengaku senang dan sangat mengapresiasi keputusan beberapa anggota putri untuk tetap berjilbab saat menunaikan tugasnya. “Saya sudah menyampaikan bahwa Wonosobo sebagai daerah religius tidak boleh diskriminatif, terlebih kepada kaum wanita yang hendak menutup aurat nya,” tegas Wabup. Dengan tampilnya paskibra putri berhijab tersebut, Agus mengaku ia bersyukur imbauannya didengarkan dan diterapkan. Ia juga mengajak semua pihak untuk berpikir positif, terus berkarya dan bekerja, sebagaimana semangat yang diusung dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-71 RI, yaitu Indonesia Kerja Nyata. “Mari kita semua menjadikan momentum HUT RI ini untuk sama-sama bergerak maju, saling bekerjasama untuk mewujudkan Wonosobo yang maju, sejahtera dan mandiri,” tegas Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here