Pasar Murah, Sembako Seharga 100 Ribu Ditembus 20 Ribu

WONOSOBOZONE – Menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Pemerintah melalui Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan TP PKK mengadakan pasar murah, bertempat di Gedung Sasana Adipura, Kamis (08/12)
Menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda Wonosobo, Dra. Harti, MM, pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebanyak 500 rumah tangga sasaran. Juga untuk meringankan beban masyarakat khususnya golongan ekonomi lemah, guna memenuhi kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru dengan harga lebih murah melalui subsidi harga pembelian 80% lebih murah dari harga pasar.
Pada pasar murah kali ini tersedia 500 paket sembako. “setiap paketnya berisi 5 Kg Beras, 2 Liter minyak goreng dan 2 Kg gula pasir seharga 100 ribu di pasaran, dan dijual kepada masyarakat yang telah memiliki kupon dari panitia seharga 20 ribu rupiah”ungkap Harti.
Sementara pada kesempatan itu Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo, juga menyampaikan bahwa kegiatan Pasar murah menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini semoga dapat dimaknai sebagai wujud dari rasa solidaritas dalam membantu sesama warga masyarakat, dan saya meyakini niat tulus ini merupakan wujud rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sosial yang membutuhkan.
Senada dengan Fairus, Sekda Kabupaten Wonosobo, Drs. Eko Sutrisno Wibowo, MM, saat membuka pasar murah juga menyampaikan bahwa tidak dapat dipungkiri, bahwa realita yang terjadi di lapangan, harga barang-barang termasuk kebutuhan pokok masyarakat, semakin naik di saat-saat menjelang akhir tahun. Hal ini tentunya semakin menyulitkan bagi sebagian kalangan masyarakat kita. Oleh karena itu,saya berharap tujuan penyelenggaraan pasar murah ini dapat tercapai dan tepat sasaran. Selaras dengan itu, maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada bapak atau ibu dan masyarakat yang berpenghasilan cukup,apalagi yang berpenghasilan lebih agar tidak ikut-ikutan membeli sembako di pasar murah. Apalagi melakukan pembelian dalam jumlah banyak atau borongan, karena hal tersebut akan dapat merugikan para pihak yang semestinya lebih berhak mendapatkan subsidi pasar murah. Kedepan tentunya kita semua berharap agar kegiatan pasar murah ini dapat lebih memadai, dan dapat dilaksanakan menyentuh di semua lokasi, baik di kecamatan maupun desa, sehingga lebih ada pemerataan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here