Pasangan Muda Perintis Cool Carica, Rela Tinggalkan Pekerjaan Mapan Demi Populerkan Carica ke Seluruh Indonesia

kemasan dan harga Cool Carica sangat menarik dan terjangkau konsumen
WONOSOBOZONE – Generasi era modern
akhir-akhir ini kerap dibuai oleh kesuksesan berkarir di perusahaan maupun
instansi bergengsi. Semakin terlena lagi ketika nama perusahaan mereka telah
bergaung di lingkup Nasional, bahkan Internasional, terlebih ketika gaji yang
diterima dirasa telah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup khas anak
muda. Namun, hal itu ternyata tak berlaku bagi seorang Wahyu Adi Prabowo (32),
pemuda asli Kampung Mekarsari, Kelurahan Jaraksari, Wonosobo. Meski telah mapan
menjabat sebagai Kepala Cabang di sebuah perusahaan otomotif skala Nasional,
pria dengan panggilan akrab Iyud itu lebih memilih pulang kampung dan merintis
usaha sendiri. Memanfaatkan potensi lokal khas Wonosobo, ia bersama sang istri
Enggrid Sensita (27) memilih membuka usaha pembuatan sirup Carica.
Nama Cool Carica pun
dipilih demi memberi kesan segar kepada siapapun yang meminum  dan menikmatinya. Garasi rumah orang tua di
Jalan Ki Hajar Dewantara, atau dulu biasa dikenal dengan Jalan Tata Bumi Blok E
Nomor 9 oleh Iyud disulap menjadi pabrik kecil yang kini telah mampu mengolah
tak kurang dari 1 kwintal buah carica setiap harinya. “Kami mengawali usaha ini
baru 10 bulan yang lalu, atau tepatnya pada Bulan Maret 2015,” jelas Iyud
ketika ditemui di pabrik cool Carica, Rabu (3/2). Sebelum itu, hampir selama 1
tahun ia berupaya mendapatkan ijin usaha rumah tangga (IURT) dari Dinas
terkait. Setelah ijin diperoleh itulah, selama 10 bulan terkahir, ia bersama
sang istri berusaha meyakinkan banyak pihak akan kualitas cool carica
buatannya. “Awalnya kami mencoba untuk memasarkan ke area Kota Wonosobo, tapi
ternyata kompetisinya sudah sangat ketat, sehingga kami memilih untuk lebih
gencar ke luar daerah,” jelas Iyud. Dari jejaring yang ia miliki di Semarang,
Bandung, Jogjakarta hingga Solo, ternyata penerimaan sirup carica hasil
olahannya cukup bagus. “Akhirnya hasil produksi cool carica kami sering habis
untuk memenuhi pesanan dari distributor di Kota-kota itu,” terang alumni SMA
Negeri 1 Wonosobo Tahun 2002 itu.
Pemasaran dengan
didukung pola promosi, baik melalui pameran maupun secara online diakui Iyud
sangat efektif. “Setelah cukup mapan dengan pasar cool carica, kemudian
menjalin kerjasama dengan teman dari Jogja untuk membuat produk lain berupa
kurcok (kurma coklat),” tambah Enggrid. Pola saling melengkapi produk antara
cool carica dengan kurcok ternyata sampai saat ini cukup bisa diterima
konsumen. “Baik cool carica maupun kurcok saat ini sudah mulai merambah
supermarket besar, seperti Toserba Yogya, yang memiliki puluhan cabang di Kota
Bandung,” ungkap pria yang menyandang gelar sarjana ekonomi dari Universitas
Islam Indonesia (UII) Jogjakarta itu. Melihat pangsa pasar di Wonosobo, yang
menurutnya masih terbuka lebar dan didukung dengan iklim pariwisata yang kini
semakin bergairah, Iyud dan Enggrid pun berniat melebarkan saya usaha ke
beberapa produk lainnya. “Rencananya dalam waktu dekat ini kami akan mencoba
mengola purwaceng, namun dalam kemasan yang agak berbeda dan sangat memenuhi
selera konsumen,” sebut Iyud memaparkan keinginan masa depan usahanya. Ia dan
istri menargetkan paling tidak dalam 5 tahun ke depan, usahanya telah
berkembang.
Melihat ketekunan dan
semangat pasangan muda Iyud dan Enggrid, Kepala Kantor Pariwisata dan EKonomi
Kreatif, Agus Purnomo mengaku sangat bangga. “Iyud dan Enggrid ini bisa menjadi
teladan bagi generasi muda Wonosobo lainnya, agar tak mudah patah semangat
dalam mengusahakan kehidupan yang lebih baik,” jelas Agus yang mengaku tertarik
untuk meninjau langsung usaha cool carica setelah mencoba sendiri rasa
sirupnya. “Rasa cool carica memang segar dan cukup menunjukkan perbedaan
signifikan dengan olahan sejenis,” terang Agus. Kepada Wahyu dan istrinya, Agus
berharap agar mereka terus maju dan berinovasi untuk menelurkan produk-produk
baru yang bisa diterima pasar. “Kami dari Kanparekraf akan berupaya
memfasilitasi dengan mengajak mereka mengikuti berbagai pameran di skala
Provinsi maupun Nasional,” pungkas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here