Partisipasi Pemilihan Kepala Desa di Desa Kreo Capai 76,2 %

WONOSOBOZONE – Partisipasi pemilih dalam pilkades di desa Kreo Kecamatan Kejajar cukup signifikan. Dalam pilkades yang digelar 22 November di Balai Desa Kreo Kejajar, dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.296 orang, yang terdiri dari 646 pemilih laki-laki dan 650 pemilih perempuan, tingkat partisipasi pemilih mencapai 987 orang atau 76,2 persen.
Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Kreo, Ahmad Bejo, angka partisipasi ini cukup tinggi. Mengingat banyaknya warga di desa ini yang merantau ke luar kota, seperti ke Jakarta, dan tidak bisa pulang ke kampung halamannya untuk memberikan hak suaranya.
Di sisi lain, upaya Pemerintah Desa dan Kecamatan dalam mensosialisasikan Pilkades juga dilakukan cukup masif. Menurut Sekretaris Kecamatan Kejajar, Budi Pranoto, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan coblosan pilkades, pihaknya bersama panitia pemilihan dibantu para pemuda, telah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan pilkades, agar tingkat partisipasi pemilih di desa ini tinggi. Mulai dari pembuatan baliho besar yang dipasang di tempat strategis, sampai sosialisasi di tempat-tempat ibadah dan pengajian serta di berbagai kesempatan dalam kegiatan pertemuan warga. Hal ini tidak terlepas sebagai upaya pemerintah mewujudkan demokrasi di tataran pemerintah desa, sehingga bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar menjadi pilihan warga serta mampu memimpin desanya dengan baik.
Di desa Kreo sendiri, ada dua kandidat calon pilkades, yakni Sugeng Riyadi (34) yang merupakan incumbent serta Sohibul (29), yang mana keduanya merupakan warga dusun Kreo. Dari hasil perhitungan, Sugeng Riyadi meraih 783 suara sedang Sohibul meraih 81 suara. Dengan hasil ini Sugeng Riyadi berhak memimpin desa Kreo kembali dalam 6 tahun ke depan.
Dari pantauan di lapangan, secara umum pilkades berjalan aman dan lancar, tidak ada gangguan berarti. Pemungutan suara dimulai tepat pukul 07.00 WIB, yang diawali dengan pembacaan sumpah panitia serta tata tertib pemungutan suara, dan diakhiri tepat pukul 13.00 WIB. Penghitungan suara berlangsung selama 2,5 jam, dan selesai tepat pukul 15.30 WIB.
Ditambahkan Ahmad Bejo, hal ini tidak terlepas dari semangat keguyuban dan kegotong royonggan warga, yang mana hal ini terlihat, saat ada pemilih lansia atau sakit, panitia pemilih sampai Linmas ikut turun tangan membantu warga, termasuk ambulance desa yang disiagakan, sehingga tidak ada alasan warga karena sakit atau lansia tidak bisa ikut pilkades. 
Dukungan dari pihak keamanan juga cukup optimal. Mulai dari Linmas sejumlah 30 orang yang sudah mulai bertugas sejak H-1 sampai H+1 setelah perhitungan suara, sampai dari Kepolisian Sektor dan KORAMIL, yang mendapat tambahan tenaga pengamanan dari POLRES dan KODIM.
Sementara itu, Menurut Kabag Pemerintahan Setda, Tri Antoro, kondisi pilkades tahun ini di 30 desa secara umum berjalan aman, lancar dan damai. Hal ini tidak terlepas dari kepatuhan semua pihak, termasuk Pemerintah Desa dan BPD, terhadap payung hukum pelaksanaan pilkades, yakni UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 yang telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015, Perda Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa, dan Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2016 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Nomor 13 Tahun 2016. Kepatuhan ini ditambah dengan pemahaman dan tidak adanya penafsiran yang salah dari pihak terkait, khususnya aturan dalam Perbup Nomor 13 Tahun 2016 yang menjadi petunjuk teknis pelaksanaan pilkades tahun ini.
Dalam pilkades kali ini sendiri, total DPT sebanyak 68.543 orang, dengan pemilih terbanyak di desa Reco Kertek sebanyak 5.889 pemilih disusul desa Ngadisono Kaliwiro sebanyak  4.342 pemilih. Adapun DPT terkecil di desa Kecis Selomerto sebanyak 561 pemilih serta desa Ngalian Kepil sebanyak 605 pemilih. Sedangkan dari total 88 calon pilkades yang ikut dalam pilkades tahun ini, hanya ada 3 perempuan yang ikut berpartisipasi, yakni Wahyuningsih (41) calon kades dari desa Kecis Selomerto, Istifaroh (44) dari desa Ngalian Kepil dan Nani Harnaeni (32) dari desa Gumiwang Wadaslintang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here