Papan Informasi Di Dieng Masih Minim

WONOSOBOZONE – Dieng masih menjadi magnet yang kuat bagi para wisatawan. Beberapa keunikan yang ada menjadi faktor pendorong tersendiri. Dan ditahun 2016, Dieng diproyekaikan menjadi Geopark kelas dunia. Namun harus diimbangi oleh kesiapan konsep dan penataan infrastuktur yang baik. Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penelitian Geopark Universitas Padjajaran (Puslit Unpad), Prof. Mega Fatimah Rosana dalam pemantauan Dieng yang didampingi Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Kamis (2/6).

“Papan informasi sebaiknya ditaruh diberbagai sudut yang berfungsi sebagai penunjuk arah, sekaligus mempermudah wisatawan dalam berkunjung, karena seperti yang ada di Sikunir, masih sangat minim papan informasi,” ujar Mega ketika diwawancara di puncak sikunir. Selain itu, akses menuju puncak Sikunir dikatakan Mega akan lebih efisien apabila dibuat 2 jalur. “Melihat puncak Sikunir yang tidak terlalu luas, sebaiknya pengunjung bisa dipecah, mengingat di daerah Dieng ada beberapa bukit yang bisa dijadikan untuk tujuan view yang sama dengan Sikunir,” ujar Mega. Dilain sisi, Mega menyebut pembekalan ilmu Geologi juga perlu diberikan kepada tour Guide yang ada di Dieng, mengingat Dieng diproyeksikan menjadi Goepark kelas dunia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Parekraf Wonosobo, Agus Purnomo mengaku akan menindaklanjuti atas beberapa usulan dari Kepala Puslit Unpad tersebut. ” Akan kami perbanyak papan informasi yang ada di Dieng, sedangkan akses di bukit Sikunir akan kami tambah, dengan maksud sebagai jalur menuruni bukit, agar ketika para pendaki yang naik dan turun bukit tidak saling bertabrakan,” tanggap Agus. Terkait perencanaan Geopark, Agus berharap bisa segera terealisasi, supaya Dieng bisa menjadi Geopark yang diakui oleh Dunia. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here