Operasi Pasar: Masih Ditemukan Makanan Kecil ber Rodhamin di Pasar Kaliwiro

Pantauan pasar murah di Kaliwiro


WONOSOBOZONE – Masih ditemukan beberapa makanan kecil
yang terindikasi menggunakan rhodamin,
hal ini terungkap saat dilakukan pemantauan oleh tim pemantau keamanan pangan
dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Pasar tradisional Kaliwiro, Selasa,
7 Juli.
Menurut Kepala Sub Bagian Ketahanan
Pangan Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Sekretariat Daerah Kabupaten
Wonosobo, Istiqomah, dari hasil pengecekan langsung di lapangan menggunakan
alat detector rhodamin yang memanfaatkan sinar ultraviolet pada makanan kecil yang diduga mengandung rhodamin,
beberapa diantaranya membuat warna makanan yang mengandung pewarna tidak layak,
menyala lebih terang, dibanding makanan dengan pewarna alami. Makanan yang
diduga mengandung zat pewarna yang biasa digunakan untuk mewarnai tekstil
diantaranya adalah jipang, yang ditemukan dalam jumlah cukup banyak.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tim
mengambil beberapa sampel makanan dengan terlebih dahulu membayar sesuai harga
makanan, dan selanjutnya dibawa ke Dinas Kesehatan untuk lebih memastikan
kondisi makanan kecil ini. Sedangkan kepada pedagang, tim akan memberikan surat
teguran agar tidak menjual lagi makanan ini, dan selanjutnya pembinaan akan
dilakukan pemerintah bersama pihak-pihak terkait.
Tim juga menghimbau pedagang makanan
kecil ini untuk menyediakan alat detector
rhodamin
yang bisa dibeli dengan harga yang terjangkau dan mudah
didapatkan, sebab alat ini tidak beda dengan detector uang palsu. Upaya tersebut, menurut Istiqomah perlu
dilakukan karena efek negatif yang ditimbulkan pada konsumen benar-benar
serius, seperti meningkatnya angka kesakitan penderita gagal ginjal di
Kabupaten Wonosobo karena adanya kandungan rhodamin
pada makanan.
Terkait harga kebutuhan pokok masyarakat,
beberapa diantaranya masih stabil, seperti harga daging, beras, gula dan bumbu
dapur. Sementara beberapa komoditas ada yang mengalami kenaikan, seperti harga
ayam ras yang naik seribu rupiah dari harga normal serta harga cabe yang naik
dari 20 ribu per kilo jadi 30 ribu per kilo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here