OJK: Berinvestasilah Secara Cerdas dan Legal

WONOSOBOZONE – Jangan takut untuk berinvestasi, tetapi dalam berinvestasi harus cerdas. Jangan sampai tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda dalam waktu sekejap. Dalam berinvestasi harus cerdas dan secara legal. Demikian disampaikan Andry Sasono dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Pada acara Diskusi dan Sosialisasi Literasi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertempat di Pendopo Belakang, Kamis (11/08).
Andry juga menyampaikan bahwa sesuai data di OJK di tahun 2015 terdapat 262 modus investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu yang cepat, pada tahun 2016 terdapat 430 modus serupa. 90% dari modus tersebut tidak memiliki izin, 10% yang berizin hanya memiliki izin SIUP dan TDP, namun tidak memiliki izin investasi. Sehingga hal ini rawan penipuan. Oleh karena itu masyarakat harus waspada terhadap investasi tyang menjanjikan iming iming imbal hasil yang sangat tinggi, menjamin investasi tidak memiliki resiko investasi, pemberian bonus dan cashback yang sangat besar bagi konsumen yang bisa merekrut konsumen baru, penyalahgunaan testimony dari para tokoh masyarakat atau pejabat, janji kemudahan untuk menarik kembali asset dan jaminan keamanan asset yang diinvestasikan, janji pembelian kembali tanpa pengurangan nilai.
Pada acara yang diikuti oleh praktisi keuangan dan akademisi ini Andry menyampaikan materi mengenai praktik investasi di masyarakat, mengenal otoritas jasa keuangan dan investasi di pasar modal syariah, yang semua terangkum dalam Cerdas dan Bebas Berinvestasi dengan legal dan berkah.
Sementara pada kesemaptan itu Tri Hidayat dari Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda Wonosobo menyampaikan materi mengenai Cerdas dan Bebas Berinvestasi secara legal. Pada materinya, Tri Hidayat juga menyampaikan himbauan untuk menghindari jebakan investasi bodong. Untuk itu maka kenali produk investasi, perhatikan imbal hasil, pastikan perusahaan investasi memiliki izin, pelajari produk investasi, laporkan penipuan investasi. Karena di Wonosobo sendiri sudah banyak investasi yang ternyata illegal dan merugikan konsumen.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here