NJF Wonosobo : Wonosobo, Manjakan Mata dengan Panorama Alam dan Wisatanya

WONOSOBOZONE – Wonosobo tak hanya terkenal dengan Dataran tinggi Dieng yang memiliki panorama indah dan hawanya sejuk, Namun Wonosobo ternyata memiliki potensi wisata alam, kuliner, budaya, religi, dan wisata khusus.

Wonosobo Terletak di Jantung Provinsi Jawa Tengah. Selain itu Wonosobo Letaknya sangat Strategis karena di apit oleh dua Gunung yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang memiliki ketinggian 3000mdpl, sehingga Wonosobo memiliki potensi yang sangat baik dalam bidang Pertanian. Maka dari itu Wonosobo memiliki Tanah yang subur dan memiliki wilayah yang terjaga kelestariaanya.

Untuk Mencapai Kota Wonosobo, saya dan sahabat saya harus menempuh  jarak sekitar 50km dari Temanggung dengan menggunakan motor, Rute Perjalanannya yaitu Temanggung-Parakan-Kretek-Wonosobo.

Diperjalanan kami banyak memanjakan mata dengan melihat panorama indah pegunungan yang tertata rapi, membuat  suasana menjadi bahagia serta membuat kami semakin penasaran dengan wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo. Selain itu diPerjalanan kami melihat kehidupan sosial para Petani yang sangat luar biasa dan baik, Karena para Petani tersebut hidup rukun dan saling membantu saat menggarap ladangnya.

Tak Terasa kami sampai di Gapura Wonosobo yang bertuliskan “Selamat Datang Wonosobo Asri”, gambar gapuranya ini :
Gambar “Gapura Wonosobo”  yang saya potret saat perjalanan menuju Wisata Kabupaten Wonosobo
Setelah Melihat Tulisan “Selamat Datang WONOSOBO ASRI” saya langsung tersenyum gembira, sambil melihat langit yang sangat indah.Dan Saat itu juga kami bertemu dengan wisatawan dari berbagai daerah, mereka sangat gembira dan senang berfoto disana karena Gapuranya memang Indah dan masih bagus. 
Lalu kami melanjutkan perjananan lagi menuju  pusat Kota Wonosobo, di perjalanan kami di sambut baik dengan berbagai macam Tugu yang dibuat untuk menarik pengunjung dari luar kota, Seperti Tugu CARICA PURWACENG. Tugu di Wonosobo Tersebut banyak mempopulerkan tentang Kuliner, Wisata, dan Juga Budaya Wonosobo. Setelah kami bertanya pada penduduk sekitar tujuannya adalah “Untuk Menarik Wisatawan agar berkunjung ke Wonosobo, Karena dengan adanya Wisatawan perekonomian di Wonosobo Terus Meningkat sehingga Masyarakat Wonosobo menjadi Sejahtera”. 
Beberapa Jam kemudian kami sampai di alun alun Kabupaten Wonosobo, Setelah sampai di alun-alun kami langsung mengamati aktifitas dan lingkungan disana. Saat itu saya melihat suatu mading yang sangat diminati oleh pengunjung alun alun tersebut. Mading itu ialah Mading yang berisi berita berita koran asli yang berisi berita tentang Wonosobo, setelah saya membaca membaca ternyata sekarang ini Kabupaten wonosobo sedang banyak menyelenggarakan event demi kemajuan wisata dan budaya di wonosobo, tujuannya agar banyak wisatawan yang datang di Kabupaten Kaya wisata dan Budaya ini. Selain itu saya juga mengamati Gedung Pendopo Kabupaten Wonosobo yang sedang ada proyek pembuatan gedung baru. 
Setelah selesai mengamati sekeliling Alun Alun saya langsung ke Masjid Agung Jami’ Wonosobo untuk beristirahat  sejenak,  Masjid ini sangat Ramai sekali. Banyak warga sana yang berkunjungi disana karena Lokasinya sangat Strategis di Tengah Kota, Selain itu Masjid Agung ini sangat rapi dan bersih, Sehingga banyak orang yang datang dan beribadah di Masjid ini. Selesai Beristirahat saya langsung ke Bangunan Depan Masjid, Bangunan itu ialah Perpustakaan Wonosobo.
Perpustakaan Wonosobo, Perpustakaan ini sangat ramai pengunjung dari anak anak sampai orang tua. Pada waktu itu tanggal 28 Maret 2015 padahal hari sabtu, Namun Pengunjungnya banyak banget. di samping itu keramaian Perpustakaan tak lepas oleh wisata sejarah yang di tampilkan tepat di samping perpustakaan. Perpustakaan ini selalu pada dan ramai, di samping itu perpustakaan ini dibantu oleh anak anak SMK yang sedang Prakrin, jadi Pengelola Perpustakaan lebih mudah dalam mengelola kedatangan para pengunjung. 
Di  Perpustakaan Wonosobo ternyata sedang ada Lomba melukis SD/MI Se Wonosobo, pada saat itu juga saya mewawancarai Pak Jati Selaku Panita Lomba Lukis. Menurut Pak Jati tujuan Lomba ini adalah  “Meningkatkan Apresiasi Seni Pelajar SD/MI dan untuk Meningkatkan rasa Kecintaan terhadap obyek Wisata dan Budaya Wonosobo “
Lomba Melukis di Samping Perpustakaan Wonosobo Tanggal 18 maret 2015, saya ambil saat sedang Menjelajahi Kota Wonosobo.
Perpustakaan ini ternyata menyimpan sejarah, Perpustakaan ini tak lepas dari jasa Yayasan Pengabdian III/ 17 Jakarta yang mewadahi para Tentara Pelajar Detasemen Brigade II khususnya dan Pelajar Pejuang Kemerdekaan pada umumnya. Perpustakaan ini memiliki luas 400 m2 yang telah dilengkapi meubelair dan koleksi dasar pustaka sebagai wujud tali kasih pada masyarakat wonosobo khususnya. Dalam Sejarahnya Perpustakaan ini di Resmikan tanggal 11 Maret 1990 oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu Bapak Ismail dan sampai saat ini perpustakaan mengalami perkembangan yang cukup bagus.
Perpustakaan ini bisa berjalan dengan baik dan terus berkembang karena memiliki Moto yang sangat inspiratif yaitu ” Kepuasan  Anda Adalah Kebahagiaan Kami”, Selain memiliki Moto yang sangat bagus Perpustakaan ini juga memiliki Visi Misi yang tak kalah Hebatnya  yaitu “Perpustakaan Sebagai Rumah Belajar Modern dan Ingin Mewujudkan Masyarakat Wonosobo yang Cerdas, Berkualitas , dan Sejahtera”. Nah setelah saya dan kawan saya mengulik sejarah Perpustakaan dan Mengamati Perpustakaan, Sekarang lanjut perjalanan lagi ke Tempat Wisata yaitu “Kolam renang Kali Anget”.
Saat saya mendengar Wisata “Kolam Renang Kali Anget” , saya merasa bahwa wisata ini sangat bagus dan  baik digunakan untuk terapi kulit. Perjalanan ke Kali Anget cukup dekat dengan Kota, maka kami cepat sampai disana. Kesan pertama disana emang saya bagus, Karena Wisata ini sangat Alami dan sangat Bermanfaat. Namun kurangnya pengembangan wisata ini membuat wisata ini terlihat sangat kurang besih, padahal kalau di lakukan Renovasi maka Wisata ini akan bisa meningkatkan perekonomian penduduk. Disana saya duduk di Hutan Lindung yang lumayan Sejuk dengan bercerita bersama teman”  saya yang berkerja di Wonosobo. Sejuknya Hutan disamping  membuat saya sangat senang disana. Namun saya harus  terus melanjutkan ke wisata Telaga Menjer.
Wisata Telaga Menjer sangat berada tak jauh dari Kolam Renang Kali Anget, Disana Pemandangannya Indah Banget, Namun malah Hujan Akhirnya saya kembali ke Kota wonosobo untuk menikmati kulinernya. tapi saya tetap senang kok, karena bisa melihat PLTA Garung dan disanalah ada banyak pipa peralon yang sangat besar yang digunakan untuk menyalurkan air telaga menjer ke PLTA Garung, di Depan PLTA Garung Terdapat patung yang sangat unik patung ini menggunakan celana pendek emas dan seperti manusia listrik…. hehehehehe….
Setelah Sampai Alun Alun, Saya meluangkan waktu untuk menikmati Es Duren, Es Duren yang bercampur dengan Gula Jawa , Chincau, Ketan Merah,  dan Susu, sangat menggugah selera saya, cuma dengan 5000 rupiah. saya sangat kenyang  dan puas. Setelah puas menyantap saya dan sahabat saya langsung ke melanjutkan perjalanan pulang.
Diperjalanan pulang kami menemukan penjual mie Ongkok, lalu kami berhenti sejenak untuk menikmati mie Ongklok, Mie Ongklok disana sangat Nikmat dan Sehat, mie ongklok memiliki cita rasa yang khas dari sayur, pati, dan mienya sendiri. Setelah di makan Rasanya Gurih banget, Sedap, dan Pedas. Paling enak di nikmati dengan tempe Kemul, karena tempe kemul sangat renyah dan gurih dengan resep alami dan tak lengkap kalau tidak minum jeruk khas wonosobo, setelah selesai makan dan saat itu kami membayarnya, ternyata cuma dengan 13000 rupiah saya bisa kenyang, hehehehehehe
Setelah itu kami pulang dan di perjalanan kami menemukan sebuah kalimat yang bertuliskan “PUSAKANING DWI PUJANGGA NYAWIJI” , Kami bingung apa arti kata itu, setelah sampai di Temanggung saya langsung browsing di internet tentang kata tersebut,ternyata artinya Tidak lain adalah Candra Sengkala dari angka tahun kota Wonosobo yaitu :
Pusakaning Dwi Pujangga Nyawiji = 1825 
Pusaka = 5 (Gangsal)
Dwi        = 2  (Kalih)
Pujangga = 8 (Wolu)
Nyawiji = 1 (Setunggal)
Jadi kalau dibaca dari belakang adalah 1825 yaitu kelahiran Kota Wonosobo, Tepatnya tanggal 24 Juli 1825…. Nah Akhirnya teka teki bahasa ini yang membuatku bingung telah terpecahkan. 
Sekian Artikel Dari Saya Semoga Bermanfaat
Semoga Wonosobo Tetap ASRI dan Tambah Maju!
Kota Wonosobo Kaya Wisata dan Kaya Budaya! 
Bukti Foto Penjelajahan di Wonosobo : Klik atau Lebih  Lengkapnya  : Klik
Postingan artikel ini diikusertakan dalam #‎NJFWonosobo2015‬
Pengirim: Anggi Wahyu Ardianto
Source: http://www.penulislontar.my.id/2015/03/wonosobo-manjakan-mata-dengan-panorama-alam.html


Salam netizen..
Kali ini kita ada kabar gembira buat yang belum sempat kirim karya untuk ‪#‎NJFWonosobo2015‬
Berdasarkan audiensi dengan Bapak Eko Sutrisno Wibowo (Sekretaris Daerah Kab. Wonosobo) Event lomba “Netizen Journalistic Festival” masuk ke dalam rangkaian ‪#‎HariJadiWonosobo190‬ ,
Untuk itu, kami selaku panitia menginformasikan kepada seluruh peserta yang sudah mendaftar dan kepada semua calon peserta yang akan mendaftar bahwa:
– Deadline pengiriman karya pada 1 Juli 2015 dan Pengumuman nominasi pada tanggal 25 Juli 2015
-Thema: “All About Wonosobo”
Jurinya siapa sih?
Kategori:
-Foto : Mas Agus Nonot Supriyanto (HPPW dan Photografer Senior)
-Artikel : Mas Farid Gaban (Editor in Chief Geo Times Magazine, Jurnalis Senior)
-Video : Mas Putut Tri Husodo (Wapemred SCTV, Jurnalis Senior)
Sebagai penyemangat, sebanyak 60 orang dari 3 kategori lomba akan menjadi nominator dan berkesempatan untuk kita bukukan karyanya lho…
So, Tunggu apa lagi, “Tunjukkan Karyamu!”
Untuk info lebih detail, syarat dan ketentuan bisa check:
Blog: www.njfwonosobo.blogspot.com / www.njfwonosobo.wordpress.com
FB: www.facebook.com/njfwonosobo
Twitter: www.twitter.com/njfwonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here