NJF Wonosobo : Wajah Lain Seputar Alun-Alun Wonosobo

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo selama ini terkenal dengan tempat wisatanya yaitu Dataran Tinggi Dieng. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara sengaja berkunjung untuk menikmati indahnya Telaga Warna, Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Sumur Jalatunda juga beberapa lokasi lainnya. Wonosobo juga masih memiliki daerah wisata seperti perkebunan teh Tambi, Telaga Menjer serta pemandian Kalianget.
Akan tetapi sebenarnya masih ada 1 tempat yang sayang untuk dilewatkan yaitu, alun-alun kota Wonosobo. Datanglah ke alun-alun pada hari Minggu. Letaknya yang sangat stategis karena tepat berada di jantung kota ini, sejak beberapa tahun terakhir berubah fungsinya menjadi arena belanja dan wisata keluarga.
Pengunjung alun-alun selama ini didominasi oleh warga kota Wonosobo sendiri. Mereka biasanya datang bersama keluarga, teman atau kerabat menggunakan kendaraan pribadi maupun umum hingga membuat seputar tempat ini macet. Meski demikian antusias pengunjung tidak berkurang. Malah akhir-akhir ini alun-alun semakin padat dengan bertambahnya pedagang yang menggelar lapaknya di sini. 
Di alun-alun kita bisa menikmati berbagai wisata kuliner mulai dari makanan khas Wonosobo seperti mie ongklok, tempe kemul, geblek serta sego megono. Selain itu tersedia juga nasi gudeg, pecel, soto, sate, bakso, siomay, mie ayam, bubur ayam, burger, sosis, aneka gorengan, aneka minuman dan sebagainya
Para pedagang ini pada umumnya menggunakan gerobak tanpa atap. Sementara pembeli bisa menikmati hidangannya sambil duduk-duduk di tikar atau kursi yang disediakan dengan beratapkan pepohonan yang rindang ataupun langit. 
Setelah kenyang menikmati berbagai makanan, kita bisa mengelilingi alun-alun sambil melihat-lihat pedagang pakaian, kerudung, sepatu, sandal, peralatan dapur, mainan anak-anak, ikan hias, binatang peliharan serta lainnya yang menggelar dagangannya di trotoar alun-alun bagian atas. Harga yang ditawarkan oleh mereka sangat terjangkau. Bahkan jika pandai menawar kita bisa membawa pulang barang dengan harga cukup murah.
pintu masuk Taman Prajuritan
Khusus untuk kolektor batu akik tidak akan kecewa jika datang ke tempat ini. Penjual batu akik mudah dijumpai di sini. Mereka menggelar dagangannya di alun-alun sebelah selatan dan biasanya dipadati penggemarnya yang umumnya kaum laki-laki.
Saat berwisata tentunya tidak menutup kemungkinan bagi kita membawa seluruh anggota keluarga, baik itu orangtua, remaja juga anak-anak. Dan khusus untuk anak-anak ada banyak permainan yang disewakan dengan harga terjangkau di alun-alun kota Wonosobo. 
Selain menjadi tempat wisata kuliner, belanja atau bermain anak, setiap hari Minggunya alun-alun Wonosobo juga dimanfaatkan untuk bermain sepakbola, voli, basket, lari, jalan santai, sepeda santai juga pencak silat atau karate. Sementara di halaman Gedung Adipura yang berada di seberang timur alun-alun  digelar senam yang bisa diikuti pengunjung dengan membayar langsung pada saat datang. Khusus untuk penggemar futsal, tersedia lapangan yang bisa disewa. Tempat tersebut berada dalam komplek Pujasera (Pusat Jajan Serba Ada) yang ada di seberang selatan alun-alun. 
Setelah lelah berkeliling kita bisa beristirahat di Taman Prajuritan yang ada di sebelah timur alun-alun. Di sini kita bisa duduk-duduk dengan nyaman di bangku-bangku yang disediakan sambil menikmati sejuknya udara kota Wonosobo juga mengagumi pemandangan alam di kejauhan.
Selain Taman Prajuritan terdapat sebuah taman lain yaitu Taman Kartini. Meski letaknya hanya di seberang alun-alun, tetapi pengunjungnya tidak terlalu banyak. Bagi kita yang menginginkan suasana tenang dan santai Taman Kartini adalah tempat yang tepat.
Kita bisa duduk, jalan-jalan berkeliling ataupun bermain di halaman rumput yang ada di taman ini. Dan biasanya para remaja yang datang kemari tidak melewatkan kesempatan untuk ber-selfie- (mengambil foto diri mereka sendiri menggunakan smartphone atau tablet).
Bagi pengunjung yang gemar membaca bisa singgah di Perpustakaan Umum Daerah Wonosobo. Gedungnya berada 1 komplek dengan Taman Kartini. Koleksi buku yang disediakan oleh Perpusda Wonosobo ini tergolong lengkap. Bacaan untuk anak, remaja serta dewasa semua tersedia di sini. Khusus hari Minggu, perpustakaan buka mulai jam 10.00. Pengunjung yang tidak memiliki kartu anggota tetap bisa membaca di tempat sini akan tetapi tidak bisa meminjam untuk dibawa pulang.
Tunggu apa lagi, bagi pelancong yang singgah di kota Wonosobo pada hari Minggu, jangan lupa mampir ke alun-alun kota Wonosobo yang semarak ini.
deretan pedagang makanan di sebelah utara alun-alun Wonosobo
Postingan artikel ini diikutsertakan dalam #NJFWonosobo2015
Pengirim: LAKSITA JUDITH TABINA
Salam netizen..
Kali ini kita ada kabar gembira buat yang belum sempat kirim karya untuk ‪#‎NJFWonosobo2015‬

Berdasarkan audiensi dengan Bapak Eko Sutrisno Wibowo (Sekretaris Daerah Kab. Wonosobo) Event lomba “Netizen Journalistic Festival” masuk ke dalam rangkaian ‪#‎HariJadiWonosobo190‬ ,
Untuk itu, kami selaku panitia menginformasikan kepada seluruh peserta yang sudah mendaftar dan kepada semua calon peserta yang akan mendaftar bahwa:
– Deadline pengiriman karya pada 1 Juli 2015 dan Pengumuman nominasi pada tanggal 25 Juli 2015
-Thema: “All About Wonosobo”

Jurinya siapa sih?
Kategori:
-Foto : Mas Agus Nonot Supriyanto (HPPW dan Photografer Senior)
-Artikel : Mas Farid Gaban (Editor in Chief Geo Times Magazine, Jurnalis Senior)
-Video : Mas Putut Tri Husodo (Wapemred SCTV, Jurnalis Senior)

Sebagai penyemangat, sebanyak 60 orang dari 3 kategori lomba akan menjadi nominator dan berkesempatan untuk kita bukukan karyanya lho…
So, Tunggu apa lagi, “Tunjukkan Karyamu!”

Untuk info lebih detail, syarat dan ketentuan bisa check:
Blog: www.njfwonosobo.blogspot.com / www.njfwonosobo.wordpress.com
FB: www.facebook.com/njfwonosobo
Twitter: www.twitter.com/njfwonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here