Nikah Dini Rentan Perceraian

WONOSOBOZONE – Data mengenai angka pernikahan dan perceraian yang dihimpun Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dua tahun terakhir ternyata cukup mengejutkan. Di Tahun 2014, dari 288 ribu lebih pernikahan di Jawa Tengah, muncul pula 106.908 kasus perceraian. Sementara, di Tahun 2015 lalu, Kemenag Jateng mencatat lebih dari 300 ribu lebih pernikahan dan 104.315 perceraian. Angka-angka tersebut dipaparkan oleh Kepala Bidang Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Agus Suryo Suripto di depan lebih dari 230 pelajar, dari 38 SMA/MA dan SMK yang mengikuti kursus Pranikah, di Pendopo Kabupaten, Rabu (24/8).
Agus berharap dengan melihat dan membaca langsung paparan terkait pernikahan dan perceraian tersebut, para pelajar yang menjadi peserta kursus, akan memahami bahwa pernikahan membutuhkan pemikiran mendalam, dan kematangan mental, fisik maupun psikis. Agus yang menjadi narasumber pertama dalam kursus singkat itu, berharap agar generasi muda Wonosobo menghindari pernikahan dini, karena rentan dengan beragam permasalahan yang berpotensi memicu perceraian. “Belajarlah dan lanjutkan pendidikan hingga setinggi mungkin dan gapai cita-cita demi meraih sukses yang kalian impikan,” imbau Agus.
Imbauan Agus itu selaras dengan tujuan penyelenggaraan kursus pranikah, yang menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Muhtadin bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pernikahan dan mencegah para pelajar agar tak larut dalam gaya hidup bebas nan penuh resiko. “Awalnya adalah berangkat dari keprihatinan kami akan pola pergaulan remaja masa kini yang kian jauh dari nilai-nilai agama,” tutur Muhtadin. Melalui kursus yang juga akan diisi dengan materi-materi dari Kepolisian, Dinas Kesehatan, Badan KB dan UPIPA itu, Muhtadin berharap generasi muda Wonosobo akan terhindar dari dampak negatif modernisasi zaman, yang berpotensi merugikan masa depan mereka.
Senada, Bupati Wonosobo Eko Purnomo juga mengungkap harapan yang sama kepada para pelajar Wonosobo. “Kursus pranikah ini saya nilai menjadi media strategis bagi para pelajar untuk memahami, apa saja resiko dari pola pergaulan yang mereka terapkan, sehingga sudah selayaknya dimanfaatkan secara optimal untuk menimba ilmu,” tegas Eko. Dengan pemahaman yang baik terhadap segala resiko pergaulan, Bupati meyakini generasi muda Wonosobo bakal memiliki peran penting bagi kemajuan daerah, serta berkontribusi positif pada upaya mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang sejahtera dan mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here