Motivasi Jaga Lingkungan Sejak Dini, Siswa Diajak Peduli Sampah

WONOSOBOZONE – Salah satu upaya memberi motivasi menjaga lingkungan sejak dini, siswa sekolah se-Kabupaten Wonosobo, dari berbagai tingkatan, dilatih peduli sampah. Hal ini terlihat dari kegiatan pengumpulan sampah yang dilakukan beberapa sekolah di Wonosobo, Jum’at, 26 Februari.
Seperti yang dilakukan siswa-siswi SMPN 1 Wonosobo. Menurut salah satu pengajar SMPN 1 Wonosobo, Tri Hindarti, selama satu jam, pihak sekolah mengajak siswa-siswi kelas 7 sampai 9, membawa karung serta tong sampah untuk meletakkan sampah yang mereka temui. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, para pelajar juga memungut dan mengumpulkan sampah yang ada di sekitar lingkungan sekolah, seperti di seputaran dan di dalam alun-alun.
Kegiatan ini disambut positif oleh para siswa maupun para pengajar. Selain bisa memberi motivasi mengelola sampah, juga akan membuat lingkungan jadi lebih asri, sehat dan indah. Salah satu pelajar, Indra, mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan ini. Ia jadi bisa berbuat sesuatu, dalam menjaga lingkungan sekolah jadi tempat belajar yang menyenangkan dan nyaman, tanpa sampah.
Sebelumnya mereka juga diajari cara pengolahan sampah. Ia mencontohkan sampah organik yang dikumpulkan, diolah kembali menjadi kompos yang dapat digunakan oleh para pelajar dalam mananam di sekolah. Dari kegiatan ini ia bersama pelajar lainnya, secara tidak langsung telah didorong untuk mencintai lingkungan, dengan harapan mereka bisa menerapkan dalam kehidupan bersosial di masyarakat nantinya.
Menurut Kepala Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, pihaknya sengaja berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, untuk menghimbau para pendidik, mengajak siswa-siswinya meluangkan waktu sejenak untuk membersihkan sampah yang mereka temui di sekitar lingkungan sekolah.
Selain untuk memberikan pemahaman serta motivasi menjaga lingkungan sejak dini, juga sebagai rangkaian peringatan Hari Sampah Nasional, yang jatuh tiap tanggal 21 Februari, yang mana peringatan ini dilakukan, sebagai bentuk keprihatinan tragedi longsornya TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat yang menelan banyak korban pada 21 Februari 2005 silam.
Berkaca dari permasalahan pengelolaan sampah tersebut, tahun ini dalam memperingati hari sampah, pihaknya coba mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, agar kepedulian pengelolaan sampah bisa dilakukan sejak dini. Selain juga sebagai bentuk sosialisasi, pentingnya permasalahan yang akan ditimbulkan dari sampah, kepada seluruh siswa.
Kegiatan semacam ini dilakukan, juga dalam rangka mendukung program go green  yang digadang-gadang Pemerintah. Cara seperti ini dinilai sangat efektif, untuk mendekatkan para pelajar, sekaligus untuk memberikan pendidikan karakter yang sangat berharga kepada para siswa dengan memberi contoh pengelolaan lingkungan yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here