Motif Batik Wonosobo Berkembang Ke Potensi Budaya Lokal

WONOSOBOZONE – Motif batik hasil karya perajin dari Wonosobo selama ini masih banyak terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan khas. Batik talunombo contohnya, yang mengangkat motif daun carica, atau batik Kembangkeli hasil karya Yohana Wiera dari Kertek yang mengangkat motif bunga-bunga. Namun, seiring berkembangnya permintaan pasar, para perajin batik pun dituntut kian kreatif, termasuk dalam pemilihan kombinasi warna maupun coraknya. Alvin Ariwibowo Lie, salah satu desainer busana terkemuka asal Wonosobo termasuk yang merasa perlu mengembangkan corak baru batik. Karena itulah, ketika diminta untuk membimbing tak kurang dari 40 peserta pelatihan desain batik di gedung Wanita Wonosobo, Kamis (28/4), Alvin mencoba mengenalkan motif budaya lokal.
Motif yang diterapkan dalam pelatihan bersumber dari kekayaan budaya khas Wonosobo, seperti candi, tarian, topeng, atau bangunan cagar budaya lainnya, terang Alvin. Dengan kreasi baru tersebut, pihak penyelenggara berharap para peserta kelak akan mampu mengembangkan sendiri sesuai dengan inspirasi yang ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka. Nilai dari batik dengan corak beragam dan variatif secara ekonomi juga cukup tinggi, lanjut Alvin. Dipilihnya motif kekayaan budaya khas Wonosobo, dikatakan Alvin tak lepas dari semakin tingginya minat konsumen terhadap produk batik. Pakaian bermotif batik, baik untuk pria maupun wanita menurut Alvin tak hanya digunakan untuk acara-acara resmi. Anak-anak muda juga mulai gemar mengenakan pakaian bermotif batik, terutama yang warna dan coraknya pas untuk mereka, beber Alvin.
Inisiatif untuk mengembangkan batik bermotif seni budaya tersebut mendapat tanggapan positif Wakil Bupati Agus Subagiyo. Agus yang hadir bersama istri mengaku kagum dengan kreatifitas para peserta pelatihan. Saya meyakini batik dengan motif kekayaan budaya Wonosobo ini bakal mampu bersaing di pasar, karena secara warna maupun coraknya sangat menarik, jelas Wabup yang turut mencoba melukis di atas kain bersama para peserta. Kreatifitas para perajin batik Wonosobo, menurut  Wabup layak mendapat support, termasuk dari unsur Pemkab sebagaimana yang diperlihatkan oleh Bagian Perekonomian dan Penanaman modal Setda. Pelatihan harus berkelanjutan, termasuk seperti saat ini para peserta mengikuti pelatihan desain batik tingkat lanjut, agar kemampuannya juga terus terasah, sehingga kelak produk yang dihasilkan juga semakin menarik dan memenuhi selera konsumen, tandas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here