Minat Pada Olahraga Bridge Masih Rendah

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo mendapat kehormatan, dipercaya sebagai tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bridge Tahun 2016. Meski terasa asing di telinga sebagian besar masyarakat di Kota ASRI, olahraga yang mengandalkan keterampilan memainkan kartu itu ternyata cukup populer di dunia. Budi Susanto, pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Jateng dalam sambutannya pada pembukaan Kejurprov di Sasana Adipura Kencana, Jumat (28/10), bahkan menyebut bridge sebagai Gentleman Sport, alias olahraganya para pria sejati. “Jawa Tengah menjadi daerah yang cukup diperhitungkan dalam setiap kejuaraan Nasional Bridge karena banyak menghasilkan pemain bridge handal,” lanjut Budi.
Melalui Kejurprov yang rutin digelar setiap tahun, Budi berharap akan terus muncul bibit-bibit baru pemain bridge yang kelak mampu tampil di tingkat Nasional maupun dunia. “Khusus Kejurprov di Wonosobo ini saya sangat apresiatif karena ternyata minat di kelompok remaja dan pelajar cukup tinggi, tak seperti kejuaraan sebelumnya yang hanya didominasi pemain-pemain senior di atas 40 tahun an,” ungkap Budi. Ia berharap Kejurprov di Kota Mi Ongklok ini mampu menjadi momentum bagi kebangkitan olahraga bridge, terutama di kalangan generasi muda dan para pelajar.
Harapan yang sama disampaikan Irsyadi, Ketua panitia Kejurprov  Bridge 2016, yang juga menjadi salah satu pengurus GABSI Cabang Wonosobo. Menurut Irsyadi, ditunjuknya Wonosobo sebagai tuan rumah, akan menjadi salah satu tonggak bersejarah bagi perkembangan cabang olahraga bridge. Pihaknya mengaku telah berusaha menghubungi Dinas Pendidikan dan beberapa Kepala Sekolah agar Bridge diijinkan menjadi salah satu ekstrakurikuler resmi. “Minat untuk menekuni bridge di Wonosobo ini masih rendah, padahal potensi untuk bisa berkembang dan berprestasi di tingkat Provinsi maupun Nasional sangat terbuka,” jelas Irsyadi. Hal itu dibenarkan oleh Paulus, Ketua GABSI Wonosobo yang tak ragu menyebut bahwa nama pemain bridge dari Indonesia cukup disegani dunia. “Indonesia termasuk yang sangat diperhitungkan oleh dunia, tapi memang minat generasi mudanya yang masih rendah,” tutur Paulus. Wonosobo sendiri, diungkap Paulus hanya mampu mengirim 8 orang pemain, atau 4 pasang tim saja di Kejurprov yang diikuti 27 pasang kelompok senior dan 34 pasang kategori remaja tersebut.
Digelarnya Kejurprov selama 3 hari di Wonosobo, juga mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Kabupaten. Melalui Asisten II Sekda, Amin Suradi, Bupati Wonosobo menegaskan dukungan terhadap para atlet yang bertanding dalam kejurprov, dan berharap agar mereka mampu menampilkan kemampuan terbaik untuk menggapai predikat sebagai Juara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here